Jalan Garungwiyoro Baru Diaspal Sudah Rusak
KANDANGSERANG - Warga daerah dataran tinggi mengeluhkan Jalan Garungwiyoro Kecamatan Kandangserang baru diaspal langsung rusak. Padahal akses utama tersebut merupakan jalan menghubungkan ke arah Kandangserang, Desa Trajumas, Desa Bodas bahkan arah menuju Kalibening.
Dari pantauan, jalan lebar 4 meter tersebut nampak banyak lubang. Padahal jalan menggunakan AMP itu masih terlibat baru perbaikan karena masih hitam pekat. Sedangkan di jalan tersebut juga terdapat genangan air dan batu kerikil mengelupas.
Hal itu dibenarkan Warga RT 02/RW II, Dukuh Cangkring Garung Kidul, Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Wasripah, Jumat (06/01/2023). Kata dia, perbaikan jalan berjalan belum lama ini. Namun ada sebagian aspalnya yang terlihat sudah mengelupas di beberapa titik.
''Aspalnya rusak dan mengelupas sekitar seminggu setelah pengerjaan. Sebelum di aspal, jalan tersebut memang tergolong rusak parah untuk ukuran jalan akses utama. Jalan masih berupa kerikil-kerikil kecil. Proses pengaspalan membuat jalan menjadi lebih baik,''ungkapngya.
Adapun kerusakan tersebut terjadi karena setelah proses pengaspalan kondisi cuaca ternyata sering hujan deras. Jalan tersebut sering menjadi perlintasan air dari atas yang kemudian masuk saluran irigasi.
''Jadi setelah aspal selesai dikerjakan, hujan deras terus selama beberapa hari. Ini yang kemungkinan menjadikan aspalnya mengelupas karena belum matang namun sudah digunakan melintas kendaraan,'' paparnya.
Ia berharap, agar aspal-aspal yang mengelupas tersebut kembali diperbaiki, agar akses jalan menjadi mulus.
''Mudah-mudahan bisa diperbaiki lagi, agar warga menjadi nyaman saat melintas di jalan tersebut,'' terang dia.
Senada disampaikan Usman warga Dukuh Cangkring, Desa Garungwiyoro, Kandangserang. Ia mengaku jalan tersebut rusak setelah beberapa minggu perbaikan. "Kalau tak salah ya baru seminggu langsung rusak. "
Sementara itu, Direktur CV Upaya Karya selaku pelaksana proyek rehabilitasi Jalan Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Agus Purnomo menyampaikan, kerusakan jalan dulu memang pernah terjadi setelah selesai dikerjakan. Namun selanjutnya sudah dilakukan proses pemeliharaan jalan.
Agus mengaku sebagai warga pribumi merasa prihatin dengan pekerjaannya yang ternyata belum sempurna.
''Beberapa waktu lalu sebenarnya sudah kami perbaiki. Tapi saya akui memang belum sempurna akibat musim hujan yang membuat jalan kembali rusak. Masa pemeliharaan dari proyek ini sekitar 6 bulan, saya rencana mau memperbaiki lagi jalan tersebut jika kondisi cuaca sudah tidak lagi hujan,'' papar dia.
Sebenarnya warga dan dirinya menginginkan jalan tersebut untuk dilakukan betonisasi yang memang sesuai dengan kontur tanah yang ada di daerah tersebut. Hanya saja, tambah dia, berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada ternyata pengerjaannya menggunakan aspal.
''Jadi, saya akhirnya hanya mengerjakan sesuai dengan RAB yang disampaikan dari Dinas PU dan Taru,'' jelas dia. (yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



