iklan banner Honda atas

Jangan Sebar Hoaks Kepemiluan

Jangan Sebar Hoaks Kepemiluan

KAJEN - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan mengajak penggiat media sosial, ormas, dan mahasiswa untuk memerangi hoaks tentang kepemiluan. Mereka diajak untuk aktif dalam menyebarkan informasi positif kepemiluan.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Ulil Albab, ditemui disela-sela Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Tahun 2022, Pengawasan dan Pencegahan Penyebaran Hoaks di Media Sosial di Hotel Dafam Pekalongan, kemarin, mengatakan, penggiat media sosial itu sangat penting dalam mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks, politik SARA, dan politik uang.

"Kami mengundang penggiat medsos, mengajak melakukan pengawasan pemilu partisipatif terutama di sosmed dengan konten-konten yang sehat dan mencegah penyebaran hoaks saat Pemilu," kata Ulil Albab.

Dikatakan, dengan dilaksanakannya sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif Pemilu serentak tahun 2024 ini, diharapkan peran serta aktif masyarakat untuk kesuksesan Pemilu 2024 mendatang. Diakuinya, tantangan Pemilu serentak 2024 nanti tidak menutup kemungkinan maraknya disinformasi dan berita hoaks.

"Kita berkaca dengan pada penyelenggaraan Pemilu pada tahun 2016 dan tahun kemarin, berita hoaks itu masih masif di medsos. Oleh karena itu sosialisasi kali ini sangat penting sekali," ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pada tahun 2019 ada pontensi berita hoaks.

"Saat itu, kita mendapatkan informasi dan selebaran-selebaran yang berbau SARA dan bertulisan jangan sampai pilih pemimpin ini, dan lain sebagainya. Nah, harapan kami hal-hal itu tidak terjadi lagi pada tahapan Pemilu 2024 ini," ujarnya.

Disinggung rambu-rambu bermedsos saat ada Pemilu, ia mengatakan yang paling pokok konten-konten yang disebar itu tidak mengandung hal yang berbau SARA. Tidak menyerang landasan kebangsaaan negara Indonesia, dan tidak mempermasalahan hal itu.

"Unsur-unsur yang mempermasalahkan soal SARA. Kemudian like and dislike terhadap salah satu calon itu menjadi sesuatu yang perlu kita cermati dan waspadai. Karena itu bisa menjadi pemicu timbulnya polarisasi yang tidak perlu sebenarnya," tandas dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: