Jembatan Poros Kecamatan Rusak
*Bertahun-tahun Diusulkan Perbaikan
SRAGI - Jembatan poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Bojong dengan Sragi di perbatasan Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi dengan Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, rusak. Kondisi jembatan yang lapuk dan pondasi rusak bisa membahayakan warga yang melintasinya.
"Ini jembatan poros kecamatan yang menghubungkan Desa Kalijambe dengan Desa Pantianom dan Randumuktiwaren. Jembatan ini milik BUMN, yakni milik PG Sragi," terang Kepala Desa Kalijambe, Ikhwan, dikonfirmasi Radar, Selasa (26/4/2022).
Disebutkan, usia jembatan itu sudah sekitar 50 tahun. Sehingga usia jembatan sudah tua. Untuk itu jembatan itu butuh perbaikan.
"Itu sudah menjadi kewajiban kabupaten untuk merenovasi. Namun pemkab dari dulu memang tidak ada niatan. Saya menyimpulkan seperti itu. Sudah banyak masukan. Alasannya itu kan milik BUMN. Sebelum saya dan periode saya pun sudah mengusulkan. Sudah membuat permohonan resmi ke pemkab agar direnovasi," ujar dia.
Dikatakan, jembatan itu kondisinya sudah lapuk. Pondasi sebelah timur keropos. Padahal, jembatan itu merupakan akses perekonomian yang penting bagi masyarakat, terutama untuk petani dan pedagang. Anak-anak sekolah juga banyak yang menggunakan jembatan tersebut.
"Tadi ada mobil boks terjebak di situ. Sebenarnya dia juga memaksakan diri. Sudah diportal. Jika dia masuk sampai ke jembatan berarti dipaksakan," katanya.
Kerusakan ringan jembatan itu sebenarnya selalu diperbaiki oleh pemerintah dua desa di perbatasan dua kecamatan tersebut. Namun karena sudah dimakan usia, jembatan itu kerusakannya kian parah. Sehingga butuh peran pemerintah untuk membangunnya.
MOBIL TERJEBAK
Sementara itu, mobil boks bernomor polisi F 8932 GV yang membawa bahan-bahan bangunan asal Semarang, kemarin siang, terjebak di jembatan tersebut. Mobil tidak bisa melintas karena beberapa badan jembatan rusak.
Kapolsek Sragi, AKP Iman Santoso saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler membenarkan peristiwa tersebut.
Kapolsek menjelaskan, kejadian bermula saat mobil yang membawa muatan berupa cat tembok, amplas dan keramik tersebut, sedianya hendak mengirim muatan ke wilayah Pemalang.
Mobil yang melintas dari arah Wiradesa tersebut mengikuti arahan aplikasi, hingga akhirnya mengikuti rute jalan kecil dan harus melintas di jembatan tersebut. Naas, kondisi jembatan yang sudah tua dan rusak, menyebabkan roda kendaraan terjerembab di tengah, hingga kendaraan tidak bisa berjalan.
Jajaran Polsek Sragi dan warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membantu pengemudi untuk mengevakuasi muatan, agar kendaraan bisa kembali melanjutkan perjalanan.
Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek mengimbau agar masyarakat atau pengemudi kendaraan tidak selalu bergantung kepada aplikasi. Di utamakan untuk bertanya kepada warga sekitar, agar tidak tersesat. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
