iklan banner Honda atas

Mayat di Petung Ternyata Korban Pembunuhan

Mayat di Petung Ternyata Korban Pembunuhan

**Sebelum Dibunuh Korban Diajak Keliling

KAJEN - Dalam waktu 1X24 jam, Satreskrim Polres Pekalongan bersama Polsek Petungkriyono berhasil mengungkap kasus penemuan mayat laki-laki yang ditemukan di sela batu dekat turbin pembangkit listrik di Sungai Welo, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Rabu (23/09/2020). Mayat yang kemudian diketahui identitasnya bernama Itang Subechi (18), warga Gang Kenanga 13A, RT 002 RW 010, Kelurahan Poncol, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, diduga merupakan korban pembunuhan.

Adapun pengungkapkan kasus pembunuhan ini berawal dari kecurigaan polisi atas hasil otopsi tubuh korban. Alhasil, polisi berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana dengan tersangka berinisial MF alias Aji (31). Tersangka merupakan warga Kelurahan Noyontaan Sari, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, namun berdomisili di Desa Babalan Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko membenarkan pengungkap kasus pembunuhan saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Kamis (24/09/2020). "Dengan adanya laporan temuan mayat di Sungai Welo Kecamatan Petungkriyono, kita melakukan penyelidikan hingga kita dapatkan identitas korban. Selanjutnya kita panggil dokter forensik untuk melaksanakan otopsi. Dari otopsi ditemukan luka-luka di jenasah. Dari beberapa luka itu, dokter forensik curiga korban meninggal tidak wajar," katanya.

Dijelaskan, dokter forensik pun melakukan pendalaman luka yang ada di mayat. Alhasil, dari otopsi disimpulkan korban meninggal akibat benda tajam dan kekerasan benda tumpul. Atas hasil tersebut, dokter forensik meyakini korban meninggal karena dibunuh.

Diungkapkan, dari kesimpulkan itu pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dengan menyisir beberapa orang yang sempat dekat sebelum korban ditemukan meninggal.

"Dari penyelidikan kita mengarah ke rekan sekerja korban, karena diperoleh informasi rekan korban ini sempat menggadaikan motor ke korban namun belum dibayar. Sehingga penyelidikan kita fokuskan ke rekan kerja korban ini hingga akhirnya kita menemukan bukti dan data bahwa dialah pelakunya. Selanjutnya tersangka kita tangkap," jelasnya.

Pada kesempatan itu Kapolres juga menjelaskan kronologi pembunuhan hasil keterangan tersangka. Kata dia, sebelumnya tersangka terlilit utang dan menggadai motor ke korban. Namun setelah bebarapa lama menggadai, tersangka belum bisa menebus motor. Sementara korban terus menagih utangnya sampai akhirnya muncul niat jahat menghabisi korban. "Untuk mengelabui korban diajak pergi jalan jalan," terangnya.

Dipaparkan, pada kesempatan itu pelaku juga mengaku sebelum sudah menyiapkan gunting. Selanjutnya, keduanya pergi bersama. Pelaku yang sudah mempunyai niat jahat sempat mencari tempat yang aman dengan cara korban dibawa keliling dari Batang hingga terakhir di Petungkriyono. Di lokasi kejadian itulah, pelaku melakukan aksinya dengan memukul kepala korban. Saat itu, korban sempat melakukan pembelaan dengan menggigit tangan tersangka. Tersangka yang sudah kerasukan terus menyerang korban dengan melakukan penusukan leher korban dan dada sebelah kiri dengan gunting hingga meninggal.

"Karena perbuatannya, tersangka kita jerat pasal 340 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat tanpa identitas gemparkan warga Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono, Rabu (23/09/2020). Mayat laki laki ditemukan disela-sela batu yang berada di Sungai Soko Kembang, sekitar pukul 16.00 WIB.

Data dihimpun, mayat laki-laki ditemukan pertama kali oleh Tosikin (50), warga Dukuh Soko Kembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, yang tengah mencari pasir di sungai sekitar. Saat itu warga mengira hanya barang pohon. Namun setelah didekati ternyata mayat yang hanya mengenakan celana pendek.

Kepada Radar, Tosikin, mengatakan, mayat ditemukan saat dirinya tengah mencari pasir di Sungai Soko Kembang. "Waktu itu sekira pukul 16.00 WIB, saya sedang mencari pasir, tiba-tiba melihat sesosok mayat laki-laki dengan menggunakan celana pendek berwarna hitam, tanpa menggunakan baju berada disela-sela batu," katanya.

Kemudian, ia langsung meminta tolong kepada masyarakat yang lewat untuk memberitahukan penemuan mayat kepada perangkat desa.
"Anggota Koramil, Polsek, dan puskesmas langsung mengevakuasi jenazah tersebut dan dibawa ke RSUD Kajen," imbuhnya.(Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: