iklan banner Honda atas

Kepala Puskesmas Bojong Meninggal Positif Covid-19

Kepala Puskesmas Bojong Meninggal Positif Covid-19

BOJONG - Nakes Kabupaten Pekalongan kembali berduka. Salah satu putra terbaiknya meninggal dunia karena terpapar virus corona. Yakni, Kepala Puskesmas (Kapus) Bojong 1 drg Hendra. Dari hasil tracking oleh Dinas Kesehatan, ada 19 pegawai di Puskesmas itu terkonfirmasi Covid-19. Mereka menjalani isolasi mandiri.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, Dinkes melakukan sterilisasi lingkungan Puskesmas Bojong 1, Rabu (14/7/2021). Sehingga untuk sehari kemarin pelayanan di Puskesmas ini ditutup sementara.

"Puskesmas Bojong 1 itu saya sungguh sangat prihatin karena ternyata hasil tracking yang kita lakukan ada 19 positif dan satu meninggal, yaitu kepala Puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Wawan mengungkapkan, seluruh jajaran kesehatan merasa prihatin dan berduka untuk hal itu. Ia menekankan kepada jajaran kesehatan untuk betul-betul menjaga diri dan menjaga kesehatan. Jajaran kesehatan juga ditekankan untuk menggunakan APD yang standar dalam upaya penanganan.

"Di Bojong 1 hari ini dilakukan sterilisasi seluruh ruangan. Sehingga saya mohon maaf kepada warga, untuk pelayanan kami alihkan ke Puskesmas sekitar. Hanya satu hari ini. Besok sudah bisa digunakan," kata dia.

Ruangan yang harus disterilisasi yaitu ruang pelayanan umum, sampai ke klinik-kliniknya, ruang persalinan, dan seluruh ruangan di Puskesmas Bojong 1.

Sebanyak 205 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pekalongan terpapar virus corona. Sebagian di antara mereka masih menjalani isolasi mandiri dan menjalani perawatan, dan sebagian lagi sudah kembali bertugas.

"Nakes kita hari ini diinventarisir ternyata ada 205 yang terpapar. Sebagian sudah masuk kembali (bekerja), sudah sehat kembali. Jadi data itu sifatnya dinamis. Sebagian juga masih ada yang dirawat dan menjalani isolasi mandiri," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, dikonfirmasi, Selasa (6/7/2021).

Dikatakan, untuk nakes yang terkonfirmasi tetap melakukan isolasi mandiri dan dirawat. Tugas mereka untuk sementara dihandle nakes yang lain.

"Kami tidak ada kekosongan nakes, masih bisa dihandle oleh yang lain," katanya.

Meskipun demikian sebagai langkah antisipasi karena nakes yang terpapar sifatnya dinamis, Pemkab Pekalongan akan segera merekrut relawan medis. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: