iklan banner Honda atas

Kera dan Babi Momok Petani

Kera dan Babi Momok Petani

PETUNGKRIYONO - Serangan hama babi hutan dan kera ekor panjang hingga saat ini masih menjadi momok petani di wilayah sekitar hutan di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, serangan hama babi dan kera masih sering terjadi, terutama saat musim kemarau.

Untuk mengantisipasi serangan hama babi hutan dan kera, sebagian petani di wilayah pegunungan terpaksa bermalam di ladang milik mereka, terutama pada saat tanaman jagung milik mereka memasuki masa panen.

Perangkat Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Dasim, baru-baru ini mengatakan, di Desa Tlogopakis, serangan hama babi hutan dan kera marak di Dukuh Rowo, Sipetung, dan Dukuh Krajan. Sebab, ketiga dukuh itu berbatasan dengan kawasan hutan.

"Babi sering menyerang pada malam hari secara bergerombol. Makanya petani kadang jogo wengi kalau tanaman jagung mau panen," kata dia.

Di beberapa desa, lanjut dia, ada yang membeli anjing untuk memburu babi hutan. Namun, untuk pawang masih didatangkan dari luar daerah. "Untuk pawang kadang didatangkan dari Batur, Banjarnegara," katanya.

Keluhan hama babi hutan dan kera juga disampaikan Slamet (48), petani dari Dukuh Rowo, Desa Tlogopakis. Dikatakan, hama babi hutan menyerang hampir semua tanaman di ladang, seperti jagung, umbi, dan ketela pohon. "Kera nyerah buah-buahan, bahkan tomat," kata dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: