Kerusakan Jalan Bumirasa - Panumbangan Diperbaiki
PANINGGARAN - Kerusakan jalan di ruas Bumirasa - Panumbangan di Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan sudah diperbaiki oleh pelaksana proyek. Proyek itu pun masih dalam masa pemeliharaan.
Pelaksana proyek, Wahyu Wibowo, kemarin, mengakui ada beberapa spot di ruas Bumirasa - Panumbangan kontur tanahnya lembek. Ditambah hujan yang kerap mengguyur wilayah pegunungan menjadi kendala di lapangan. Di sisi lain, proyek itu dilaksanakan di penghujung tahun yang waktunya hanya 60 hari.
"Kita bekerja keras agar proyek ini selesai dengan baik. Alhamdulillah bisa selesai dengan baik," ungkap dia.
Diakuinya, ada beberapa spot di lokasi proyek yang kontur tanahnya lembek. Lokasi itu bahkan belum pernah dilintasi wales. "Hujan terus mengguyur, waktu mepet, sehingga meskipun hujan kita paksakan pekerjaan agar bisa selesai," kata dia.
Meski aspal belum kuat, agar proyek itu bisa selesai tepat waktu makanya dipaksakan dilalui armada proyek. Sehingga di spot yang tanahnya lembek tadi aspalnya rusak. Namun aspal di sepanjang jalan itu yang kontur tanahnya padat, aspalnya tetap bagus.
"Untuk 0 sampai 1 km, misalnya, karena kontur tanahnya padat, kualitasnya bagus. Padahal kualitas aspalnya sama. Karena ini aspal pabrikan. Kontruksi pekerjaan jalannya juga sama. Memang ada medan jalan yang tanahnya lembek dan hujan terus mengguyur," ungkapnya.
Dikatakan, spot aspal yang rusak di ruas Bumirasa - Panumbangan sudah diperbaiki. Ia menambahkan, proyek itu senilai Rp 4,6 miliar dengan sumber anggaran dari Banprov Jateng. Jalan yang diaspal sepanjang 2290 meter. "Titik kerusakan sudah diperbaiki, ini kan juga masih tahap pemeliharaan," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, kualitas proyek jalan ruas Bumirasa - Panumbangan di Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan diragukan kualitasnya. Pasalnya, baru tiga hari proyek itu selesai, sudah ada titik jalan di ruas itu aspalnya rusak.
"Baru tiga hari selesai, aspalnya sudah 'njebluk'. Ini ruas jalan Bumirasa - Panumbangan," terang anggota DPRD Kabupaten Pekalongan M Nasron, Kamis (29/12/2022) siang.
Ia pun meragukan kualitas proyek senilai Rp 4,6 miliar tersebut. Proyek itu sumber anggarannya dari Banprov Jawa Tengah. Proyek itu mulai 21 Oktober 2022 hingga 21 Desember 2022. Sehingga ia menyebut pelaksanaan proyek itu tidak terlambat. "Namun hasilnya kok seperti itu," ungkapnya.
Disebutkan, selaku wakil rakyat ia sudah menjalankan fungsi pengawasan. Kualitas proyek itu sudah dilaporkan ke dinas terkait. Namun, kata dia, pihak dinas bersikukuh proyek itu pekerjaannya bagus.
"Proyeknya itu pelebaran jalan pakai beton. Di tengahnya diaspal hotmik. Mestinya yang coran beton di stampler. Itu digali langsung dicor. Itu kan kerja asal-asalan," ungkapnya.
"Kita sudah melaporkan ke dinas. Dinas bersikukuh pekerjaan bagus. Makanya saya ndak tahu karena apa, ndak tahu yang memborong siapa. Kita sebagai fungsi pengawasan bisanya hanya melaporkan ke dinas. Ketika kami ke sana pun tidak ada pelaksana di sana. tidak ada siapapun. Saat saya pantauan ke sana belum pernah ketemu pelaksana, belum pernah temu siapapun," lanjut dia.
Warga sudah berharap lama jalan itu bisa dibangun. Namun ketika dibangun kualitasnya diragukan. Warga khawatir jalan itu akan cepat rusak. "Warga khawatir jalan cepat rusak. Belum dilewati saja sudah 'njebluk' kok aspalnya," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
