Tebing 10 Meter Longsor
**Jalan Provinsi Paninggaran - Kalibening Terganggu
PANINGGARAN - Tebing setinggi 10 meter di Km 51,4 jalan provinsi Wiradesa - Kalibening longsor, kemarin sore. Longsor itu sempat menutup akses jalan provinsi di jalur pegunungan tersebut.
Material longsor berupa rumpun bambu dan tanah menutupi badan jalan. Arus lalulintas kemarin sore sempat tertutup.
Kades Tenogo Agus Susilo, mengatakan, tebing di pinggir jalan provinsi di Blok Sicuing di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, longsor. Akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan Kalibening (Banjarnegara) sempat tertutup material longsor. Longsor akibat tanah labil terguyur hujan.
"Ini masih diupayakan pembersihan agar jalan bisa dilalui," kata dia, kemarin sore.
Sementara itu, Kades Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Slamet, mengaku akan kembali ke desanya usai mengikuti sosialisasi dana desa di Pemkab Pekalongan. Ia sempat tidak bisa melanjutkan perjalanan karena ada tebing longsor di Desa Sawangan. Longsor terjadi di KM 51,4 ruas Wiradesa - Kalibening.
"Tebing setinggi 10 meter longsor. Ada dapuran pring (rumpun bambu) ikut longsor juga. Jalan tertutup," terang dia.
Hingga kemarin sore, separo badan jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Pohon bambu yang roboh menutup jalan bisa dipotong dan disingkirkan oleh warga. "Ini sudah bisa dilalui tapi satu per satu. Sistem buka tutup. Belum sepenuhnya bisa dibersihkan," terang dia.
Dikatakan, jika ada alat berat pembersihan material longsor akan bisa lebih cepat. Diperkirakan hanya 5 sampai 6 jam material rumpun bambu itu bisa disingkirkan jika ada alat berat. "Soalnya ada dapuran pring. Kalau dibersihkan secara manual akan lebih lama," katanya.
Disinggung titik mana di jalur itu yang rawan longsor, Slamet mengatakan selain di titik Sawangan itu ada pula di Tanggeran dan Domiyang. "Tiga titik itu paling rawan longsor," imbuhnya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
