Klaster Sekolah Bermunculan
Hasil swab dari 94 guru dan siswa magang, terang dia, 17 orang positif. Yakni 11 guru dan 6 siswa magang di luar sekolah. "Skrining sekolah kita programkan di sekolah uji coba. Hasil sementara cukup menggembirakan, banyak yang negatif," kata dia.
Disinggung apakah sekolah itu dilockdown, ia menyatakan, tidak ada lockdown di sana. "Sekarang yang dilakukan adalah melakukan disinfeksi massal di wilayah Tirto. Disinfeksi kan mesti ditutup tapi bukan lockdown," ungkapnya.
Dikatakan, keberadaan mereka yang positif tidak berada di wilayah Tirto semua. Di berbagai desa di kecamatan lain juga ada.
"Tracking diserahkan ke masing-masing Puskesmas. Di Wiradesa ada dua, di Kedungwuni ada satu, dan lainnya ada. Jadi bukan Puskesmas Tirto saja yang melakukan tracking tapi di wilayah yang ada kasus dari Ma'arif. Ini masih dilakukan. Sedang berjalan. Hasil belum," katanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi lockdown di SMA Kesesi, Wawan membantahnya. Menurutnya, di SMA Kesesi ada satu guru yang reaktif.
"Awalnya bergejala sakit lalu memeriksakan diri di Puskesmas. Di Puskesmas di rapid antigen. Begitu rapid antigen reaktif dibawa ke RSDC hari ini jadi hasilnya belum ada. Sekali lagi saya sampaikan untuk standar yang kita pakai adalah hasil swab PCR. Jadi ndak ada lockdown," ujar dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
