Kota Santri Kembali Zona Merah
**Kematian Covid Tak Pandang Usia
**Waspadai Mutasi Virus Corona
KAJEN - Kasus kematian akibat Covid-19 saat ini tak pandang usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orangtua tak luput dari kematian akibat virus corona. Saat ini Kabupaten Pekalongan kembali masuk zona merah, setelah dua minggu sebelumnya zona orange.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Kamis (22/7/2021). Kata diam mortaliti rate (rata-rata kematian) di Kabupaten Pekalongan 3,35 persen. Angka kesembuhan 86,61 persen. Berdasarkan data di laman http://corona.pekalongankab.go.id, tanggal 21 Juli 2021, pukul 23.58 WIB, dari total terkonfirmasi 5090 kasus, ada 289 orang meninggal dunia. Sebanyak 4381 orang sembuh. Kasus aktif saat ini ada 420 kasus, dengan rincian dirawat ada 69 orang dan isolasi mandiri ada 351 orang.
"Zona kita masih di zona merah. Kita sempat orange dua minggu tapi minggu ini kita kembali ke zona merah," kata dia.
Disinggung faktor penyebab kematian, Wawan mengatakan, kejadian kematian itu dipengaruhi beberapa faktor. Mutasi virus pun mungkin bisa terjadi.
"Makanya kita harus waspada semuanya. Tidak pandang usia sekarang. Usia anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua pun berisiko semuanya," ungkap dia.
Disinggung apakah ada varian baru virus corona di Pekalongan, Wawan mengatakan, sampel yang dikirim ke laboratorium di Yogjakarta hingga kemarin belum keluar hasilnya. Sehingga ia belum bisa memastikan apakah di Kabupaten Pekalongan sudah ada varian baru atau belum. Namun dari prognosis yang ada dugaan ke arah itu (varian baru) sudah ada.
"Fenomenanya sekarang ada mutasi gen makanya kita harus waspada juga. Artinya apakah di Pekalongan ada atau tidak kami belum tahu. Karena hasilnya belum keluar. Tapi kalau lihat dari prognosisnya. Dari gejala ringan langsung berat langsung meninggal ini yang harus kita waspadai," ujar dia.
Disebutkan, kasus kematian tertinggi masih dialami penderita Covid dengan usia di atas 51 tahun. Namun demikian, kata dia, usia 21 tahun sampai 35 tahun pun sudah tinggi kasus kematiannya.
Ia menerangkan, kematian dengan usia 50 tahun ke atas ada 232 kasus. Kematian dengan usia 21 tahun hingga 50 tahun ada 46 kasus, dan usia 18 tahun sampai 20 tahun ada delapan kasus. Ada pula kasus kematian dengan usia di bawah lima tahun, yakni ada satu kasus.
"Jika melihat fenomena ini artinya merata ada kasus kematian karena Covid. Jadi ndak memandang usia.
15 persen kasus adalah komorbid lebih dari satu. Ada DM, hipertensi, jantung, dan lain sebagainya," kata dia.
Disinggung ketersediaan oksigen, ia mengatakan, untuk oksigen di RSUD Kraton cukup karena kemarin dapat pasokan yang mencukupi. RSUD Kajen juga aman. RSDC juga sudah datang oksigennya. "Sementara ini oksigen secara harian hari ini tercukupi," terang dia.
Saat ditanya masyarakat takut berobat ke rumah sakit, ia mengimbau untuk warga sebaiknya secara dini memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Jangan ke rumah sakit saat sudah parah. "Artinya secara dini adalah mengecek dirinya sendiri, memeriksakan melalui tahapan. Bisa ke puskesmas dulu. Dari puskesmas diarahkan ke mana diikuti. Jangan terus merasa takut dicovidkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
