iklan banner Honda atas

Kota Santri Naik PPKM Level 4

Kota Santri Naik PPKM Level 4

*Zonasi Sudah Orange

KAJEN - Kabupaten Pekalongan saat ini masuk PPKM level 4. Padahal sebelumnya Kota Santri masuk level 3. Pemerintah Pusat sendiri memperpanjang PPKM level 4 dari tanggal 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwiantoro, ditanya terkait masuknya Kabupaten Pekalongan ke PPKM level 4, disela-sela pantauan vaksinasi Covid-19, di Kampus UMPP, Selasa (3/8/2021), mengatakan, pemkab sudah maksimal untuk menangani kasus Covid-19. Bahkan, Kabupaten Pekalongan kemarin sudah masuk zona orange. Zonanya tidak merah lagi.

"Kemarin kita di level tiga sekarang naik ke level empat tapi zona kita sekarang turun dari merah ke orange," ujar Fadia.

Pihaknya mengaku sudah maksimal melakukan penanganan Covid-19. Vaksinasi terus digenjot. Testing, tracing, dan treatment dijalankan. Penyekatan-penyekatan jalan dilakukan. Pembatasan - pembatasan kegiatan yang tidak penting sudah dilakukan.

"Tapi mungkin levelnya naik empat dilihat dari tingkat mobilisasi dan kerumunan, atau tingkat kasus corona agak besar.

Tapi saya melihat untuk sekarang kasus corona sudah berkurang. Rumah sakit tidak full seperti kemarin. Semua yang dirawat sudah masuk kamar, ndak ada yang di luar. Vaksinasi juga sudah bagus sekali. Oksigen Alhamdulillah tercukupi. Semua sekarang sudah bisa teratasi dengan baik, maka zonanya sudah orange tapi kok levelnya naik masih perlu diperhatikan ya Pak Wawan (Kadinkes Setiawan Dwiantoro, red). Ini kalau masih naik level akan kita koreksi (evaluasi) juga. Untuk koreksi saya sendiri juga," ungkap Bupati.

Fadia mengimbau kepada masyarakat Kabuparen Pekalongan untuk sama-sama bergotong-royong memerangi Covid-19. "Ndak bisa saya sendiri, ndak bisa pemerintah sendirian. Ayo bareng-bareng untuk bersama-sama menghabiskan Covid di Kabupaten Pekalongan. Pandemi ini harus cepat berlalu karena ini merepotkan," ajak dia.

Ia berharap di bulan Agustus, dimana bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan, semua pihak untuk bisa menahan diri. Apalagi di bulan Agustus, Kabupaten Pekalongan sendiri akan ada peringatan hari jadi.

"Saya berharapnya bisa normal tapi masih pandemi seperti ini ya kita harus menahan diri, berhati-hati, dan kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi pandemi. Jika tidak ada kerjasama yang baik menurunkan levelnya akan susah. Saya lihat masyarakat Pekalongan ini semuanya bagus. Mau bekerja sama, dan saling pengertian," katanya.

Sementara itu, Kadinkes Setiawan Dwiantoro, mengatakan, ada beberapa kriteria yang dikeluarkan oleh tim dari pusat sehingga Kabupaten Pekalongan levelnya naik dari tiga ke empat. Satu di antaranya masih terlihat adanya mobilisasi dan kerumunan yang masih belum teratasi dengan baik. Menurutnya, perilaku masyarakat masih perlu sama-sama untuk disadarkan. Gerakan 3M, pemakaian masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun harus betul-betul digelorakan di masyarakat.

"Dua hal yang lebih penting adalah mobilisasi dan kerumunan. Kalau kita lihat sesuai dengan penghitungan yang jaga jarak dan mobilisasi masih tinggi," kata dia.

Ditandaskan, selain menggelorakan perilaku 3M, testing, tracing, dan treatment akan terus ditingkatkan. "Target testing disesuaikan dengan jumlah penduduk. Per minggunya 1200," kata dia.

KASUS MENURUN

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: