iklan banner Honda atas

Kota Santri Terima 1.194 Vaksin Covid-19

Kota Santri Terima 1.194 Vaksin Covid-19

*Alokasi Tahap Pertama
*Miliki Komorbid Berat Tidak Bisa Divaksin

KAJEN - Untuk tahap pertama, Pemkab Pekalongan akan mendapatkan alokasi vaksin sejumlah 1.194. Vaksin tahap pertama ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes).

"Sampai sore hari ini vaksin belum datang tapi alokasi vaksinnya sudah diketahui berdasarkan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. Untuk tahap pertama kita dapat 1.194," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Senin (11/1/2020) sore.

Wawan mengatakan, jumlah nakes di Kabupaten Pekalongan sebanyak 3.393 orang.

"Untuk pelaksanaannya nanti mulai Januari sampai Februari. Sehingga nanti mungkin ada penambahan sesuai dengan skala prioritas. Yang namanya nakes kan mungkin ada yang komorbid dan lain sebagainya. Sehingga dari pusat itu mengalokasikan ke kita vaksin itu 1.194.

Harusnya vaksin yang didrop ke kita sesuai dengan alokasi itu 6.786 karena dua kali penyuntikan," terang dia.

Disinggung apakah ada orang yang tidak boleh divaksin, Wawan menyebutkan, diantaranya ibu hamil, anak-anak, ibu menyusui, dan mereka yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) berat.

"Yang tidak boleh divaksin itu diantaranya ibu hamil, anak-anak, ibu menyusui, dan yang ada komorbid berat. Komorbid berat seperti DM (diabetes melitus), jantung, dan hipertensi," terang Wawan.

Program vaksinasi Covid-19 sendiri akan menyasar warga usia produktif, yakni warga berusia 18 tahun - 59 tahun.

Wawan mengatakan, sasaran prioritas vaksinasi dari Satgas Covid-19, sesuai dengan pedoman yang ada pertama adalah tenaga kesehatan (nakes), lalu TNI dan Polri.

Sasaran vaksinasi selanjutnya, mereka yang ada di lini depan dalam upaya penanganan Covid yang harus dilindungi dulu. Kemudian aparatur tingkat kebupaten sampai tingkat kecamatan. "Itu bertahap," kata Wawan.

Menurutnya, lokasi vaksinasi di fasilitas kesehatan. Ia menyebutkan vaksinasi akan dilakukan di Puskesmas, rumah sakit, dan di klinik. "Nanti kita tunjuk (faskesnya)," ujar dia.

Untuk masyarakat umum, lanjut dia, diutamakan masyarakat yang sehat. "Yang namanya vaksinasi itu untuk melakukan pencegahan. Jadi secara konsep nanti, akan kita sampaikan juga, bahwa untuk usia 18 tahun sampai 59 tahun itu juga menjadi prioritas untuk pencegahan," tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi siap menjadi orang pertama di Kabupaten Pekalongan yang menerima vaksinasi Covid-19.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: