iklan banner Honda atas

Kota Santri Zona Orange

Kota Santri Zona Orange

**PPKM Darurat Dinilai Efektif

KAJEN - PPKM darurat dinilai efektif menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Buktinya, Kota Santri saat ini masuk zona orange. Tidak lagi zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, Rabu (14/7/2021), mengatakan, PPKM darurat efektif menekan laju penyebaran virus corona di Kabupaten Pekalongan.

"Dengan adanya PPKM darurat saat ini kita sudah zona orange. Alhamdulillah dengan pengetatan dan pendisiplinan semua pihak yang luar biasa ini akhirnya zona kita orange. Tentunya terjadi peningkatan angka kesembuhan dan menurunnya angka kasus," ujar Wawan.

Dikatakan, berbanding lurus antara kegiatan PPKM dengan angka kesembuhan dan angka pertumbuhan kasus. "Tidak seperti sebelumnya kasus melonjak-lonjak. Alhamdulillah saat ini bisa menurun. Tanggal 11 turun drastis, tanggal 12 naik sedikit, tanggal 13 kita landai dari 40 ke 41. Artinya ada tambahan sedikit. Trennya naik turun tapi tidak seperti di bulan Juni menuju ke bulan Juli. Artinya bisa terkendalikan," kata dia.

Oleh karena itu, ia menilai kebijakan PPKM darurat efektif menekan laju Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.

"Sangat efektif. Apalagi penyakit Covid ini adalah penyakit mobilisasi dan kerumunan," ujar dia.

Pada saat PPKM darurat, lanjut dia, mobilisasi dan kerumunan sangat dibatasi. Penyekatan-penyekatan dilakukan. Sehingga masyarakat tidak leluasa pergi kemana-mana.

Disinggung apakah rapid antigen akan tetap dilakukan secara acak di malam hari saat operasi pendisiplinan PPKM darurat, ia mengatakan, swab antigen akan tetap dilakukan. Jika nanti ada yang positif berarti ada indikasi penularan di masyarakat.

"Mereka yang terjaring yang keluyuran kan. Tidak disiplin. Padahal mereka membawa bibit penyakit. Tujuannya adalah itu. Kita sama-sama mengendalikan. Sama-sama untuk menurunkan angka kasus," ujar dia.

"Yang terjaring tengah malam itu artinya mereka tidak patuh dengan dirinya sendiri dan keluarganya. Itu kan potensi untuk menularkan. Makanya kita isolasi di Kesesi (RSUD Kesesi) agar tidak menularkan kemana-mana," lanjut dia.

Disebutkan, dari hasil swab antigen operasi sebelumnya, prosentasi sampel yang positif ada 10%. "Jika 10 persen ini dibiarkan di masyarakat tidak terkendali ya tidak akan tuntas kita. Karena OTG. Orang tanpa gejala, merasa dirinya sehat tetapi berpotensi untuk menularkan. Ya mereka muda-muda, perkasa. Kalau ketemu dengan saya yang sudah tua ini bisa celaka," ungkap dia.

Untuk itu, pihaknya mengupayakan pencegahan penularan virus corona. "Apa yang kita lakukan ini adalah upaya pencegahan. Bukan hukuman, berbeda. Upaya pencegahan dari mereka yang OTG. Mereka yang terjaring adalah muda-muda, merasa dirinya sehat tapi ternyata positif Covid. Ngobrol ngalor ngidul tanpa masker. Jenengan bisa bayangkan sendiri apa yang terjadi," kata dia.

Wawan mengajak untuk bersama-sama memerangi virus corona. Upaya pencegahannya, kata dia, dengan 3M itu dilaksanakan. "Jaga jarak, kurangi kerumunan, dan kurangi mobilisasi," tandas dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: