iklan banner Honda atas

LONGSOR DI EMPAT DESA

LONGSOR DI EMPAT DESA

**Mengancam Bangunan sekolah
**Menutup Akses Jalan dan Rumah Warga

PANINGGARAN - Kabar bencana di Peningggaran. Akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, bencana tanah longsor terjadi di empat desa di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, kemarin sore. Selain mengancam bangunan sekolah, longsor juga menutup akses jalan desa dan mengancam rumah warga.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar, tiga titik longsor terjadi di Dukuh Sikembang, Kaliwisnu, dan Dukuh Wetan Atas Desa Lumeneng. Longsor juga terjadi di Dukuh Kauman Desa Sawangan; Dukuh Besuki Desa Paninggaran; dan Dukuh Sawit Desa Werdi.

Titik pertama longsor di Desa Lumeneng terjadi di SDN 02 Lumeneng di Dukuh Sikembang RT 1 RW 6. Turap depan SDN 02 Lumeneng sepanjang empat meter dengan tinggi tujuh meter longsor.

"Ya turap depan (longsor). Rencana besok mau ditinjau BPBD untuk dicek untuk langkah penanganan darurat," ujar Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Susan Apriliani, saat dikonfirmasi, kemarin petang. Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh juga membenarkan kejadian itu.

"Betul mas, sore tadi pagar halaman sekolah SDN 2 Lumeneng longsor," kata dia.

Menurutnya, pagar sekolah itu longsor akibat guyuran hujan di wilayah tersebut. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

"Akibat longsor ini akses masuk ke sekolah dan jalan desa sebagian tertutup material longsor," ujarnya.

Dikatakan, penanganan sementara akibat kejadian ini masyarakat bersama pemerintah desa, TNI, dan Polri, membersihkan material longsor. Danramil Paninggaran Letda Parman, menerangkan, sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Lumeneng, Kecamatan Paninggaran, telah terjadi bencana longsor talud penahan tanah area SDN 02 Lumeneng. Menurutnya, material longsornya menutup sebagian akses jalan Desa Lumeneng.

Dikatakan, longsornya talud tersebut diakibatkan curah hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Paninggaran dan sekitarnya sejak pukul 13.00 WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB, talud mulai retak akibat tak tahan menahan air hujan yang kian deras.

"Pukul 17.00 WIB, hujan belum juga reda sehingga talud penahan tanah area SDN 02 Lumeneng terjadi longsor dan runtuh dengan perkiraan tinggi tujuh meter, panjang empat meter, dan lebar 1 meter," terang dia.

Sementara itu, Sekdes Lumeneng Turmudi, menambahkan, ada tiga titik longsor di Desa Lumeneng. Selain talud pengaman SDN 02 Lumeneng, longsor juga terjadi di Dukuh Kaliwisnu dan Wetan Atas. "Ada dua rumah yang terancam, yakni milik Ibu Wasti dan Sopiah," terang dia.

Danramil Paninggaran Parman menambahkan, antara pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB, telah terjadi bencana tanah longsor susulan yang terjadi di lokasi-lokasi yang struktur tanahnya labil di Kecamatan Paninggaran. Selain talud penahan di SDN 02 Lumeneng, tebing di Jalan Dukuh Kaliwisnu longsor dan menutup sebagian akses jalan desa.

Selanjutnya, tebing Jalan Dukuh Kauman RT 002 RW 001 Desa Sawangan longsor dan menutup sebagian akses jalan desa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: