Polemik Kades Jolotigo Diselesaikan Kekeluargaan
**Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
TALUN - Polemik yang melibatkan Kepala Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Taruno dengan salah seorang warganya berinisial DE, sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.
Perjanjian damai secara tertulis telah ditandatangani di hadapan sejumlah tokoh masyarakat Desa Jolotigo, serta didampingi oleh masing-masing pengacara, pada Kamis (4/11/2021) malam.
Kepala Desa Jolotigo Kecamatan Talun, Taruno, melalui Penasihat Hukum, Andi Agus Resmono, menyampaikan polemik yang muncul beberapa hari terakhir ini sebenarnya sudah diselesaikan secara hukum. Karena kedua belah pihak sudah bertemu langsung untuk berdamai tanpa ada tuntutan hukum di kemudian hari.
"Baik secara hukum maupun kekeluargaan, persoalan ini dinyatakan sudah selesai", ujarnya.
Dalam pertamuan damai itu, antara lain disepakati bahwa Taruno memberikan kompensasi untuk DE, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
"Adapun DE dan keluarga, menyatakan tidak akan memperpanjang atau melakukan upaya hukum apapun terhadap Taruno di kemudian hari", jelas Andi.
Kedua belah pihak pun sama-sama menyikapi dan menjadikan persoalan ini sebagai pelajaran, agar tidak terulang lagi di kemudian hari.
Hubungan antara Taruno dengan DE juga sama-sama disepakati sebagai sebuah "Hubungan yang tidak berkelanjutan. "
Diakui, permasalahan bermula dari hubungan asmara antara Taruno dengan DE, gadis berumur mendekati 18 tahun. Perkara ini sontak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat Jolotigo. Mereka melakukan unjuk rasa, menuntut Taruno mundur dari jabatannya sebagai kepala desa.
Andi berpendapat, dengan disepakatinya perjanjian damai tersebut, masyarakat Desa Jolotigo dapat menerimanya dengan lapang dada. Sehingga Taruno diharapkan dapat lebih berkonsentrasi menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang kepala desa.
Selama ini, Taruno menjabat sejak 2013, dinilai berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Jolotigo, maupun melaksanakan program-program pembangunan di desa berpenduduk 1.985 jiwa tersebut.
Pembangunan sarana olahraga, internet desa, peningkatan kualitas infrastruktur, adalah sebagian dari wujud keberhasilan Taruno selama memimpin desa yang terdiri dari 9 dukuh itu.
Demikian pula halnya dengan DE dan keluarga, yang harus melanjutkan aktivitas seperti sediakala. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
