12 Pemudik Positif Covid-19
KAJEN - Selama arus mudik dan balik Lebaran 2021, sebanyak 12 pemudik asal Kabupaten Pekalongan, dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan rapid antigen di Puskesmas.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memantau pelaksanaan tes rapid antigen bagi para pemudik dan santri di Puskesmas Kajen 1, Selasa (25/5/2021). "Hasil pantauan dan data dari Dinas Kesehatan sebanyak 2.511 pemudik dan santri yang akan balik ke perantauan sudah menjalani tes rapid antigen di Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan," kata Bupati.
Asip mengungkapkan, untuk pemudik yang tiba di Kabupaten Pekalongan berjumlah 16.870 orang. Menurut Bupati, hasilnya ada 12 pemudik dan santri yang positif Covid-19."Jumlah ada 12 orang yang positif. Semua melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19," terang Asip.
Dikatakan, data pemudik ada 16 ribuan. Untuk santri jumlahnya sekitar 5.000-an. "Ini nanti semua akan kami fasilitasi. Saya mengimbau kepada pemudik yang akan balik perantauan manfaatkan fasilitas ini, karena tes rapid antigen gratis," ujarnya.
12 pemudik yang terpapar Covid-19 itu menyebar di Kandangserang, Paninggaran, dan Buaran. Dari hasil pantauan di Puskesmas Kajen 1, tes rapid antigen berjalan dengan lancar. "Ini kami di Puskesmas Kajen 1 untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap santri dan pemudik yang akan mendapatkan rapid antigen terlayani dengan baik. Semua dilayani dengan hati dan gratis. Nanti kalau yang negatif tetap harus hati-hati dan taat prokes," imbuhnya.
Asip menambahkan, hal ini menjadi kunci untuk terus menjaga angka penyebaran Covid di Kabupaten Pekalongan. Setiap harinya, kata dia, kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan semakin landai dan turun. "Kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ada 51 kasus. 24 dirawat dan 27 isolasi mandiri. Alhamdulillah semua berkat kerjasama seluruh pihak dan dukungan masyarakat, sehingga kondisi Kabupaten Pekalongan cukup menggembirakan. Tapi ini tidak boleh membuat kita jumawa. Justru lebih hati-hati lagi," tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwiantoro menambahkan, 12 pemudik yang positif itu tujuh hasil rapid antigen saat arus mudik, dan lima orang saat arus balik. "Yang tujuh saat arus mudik sudah menjalani karantina dan sekarang sembuh," kata dia.
Sementara itu, Ahmad Yusuf Hidayat, santri asal Kabupaten Pekalongan, mengatakan, ia tes rapid antigen dikarenakan tes tersebut sebagai syarat untuk bisa kembali ke pondok pesantren. "Tes ini syarat kembali ke ponpes. Saya pondok di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Hasil tes, Alhamdulillah negatif," katanya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
