Pancaroba, Waspadai Angin Kencang
**Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari-Februari 2021
KAJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai serangan angin kencang selama musim pancaroba ini.
Imbauan itu dilontarkan Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, kemarin. Menurutnya, selama musim pancaroba ini sudah ada beberapa kejadian angin kencang. Sejumlah rumah warga pu nya ada yang rusak.
"Di masa pancaroba ini terjadi beberapa bencana angin kencang. Di antaranya telah menyebabkan rumah rusak di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, di Desa Langensari dan Kesesi di Kecamatan Kesesi," terang Budi Raharjo.
Selain itu, lanjut dia, sudah ada beberapa kali kejadian pohon tumbang akibat angin kencang, yaitu di Jalan Raya Lebakbarang, Jalan Raya Bojong, dan di Jalan Raya Kedungwuni.
Untuk mengantisipasi kejadian angin kencang, pihaknya sudah menyiapkan chainsaw dan personel.
"Alat chainsaw kita sudah siap semua Insya Allah dengan rekan-rekan relawan termasuk PMI. Untuk alat kami siap. Insya Allah jika ada kejadian, kami dari BPBD bersama teman-teman relawan, TNI, dan Polri siap untuk membantu," kata dia.
**ANTISIPASI MUSIM HUJAN
Dikatakan, sesuai prakiraan dari BMKG mulai bulan Oktober 2020 wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pekalongan sudah mulai masuk musim penghujan.
"Untuk saat ini masih pancaroba karena masih pergantian dari musim kemarau ke musim hujan," kata dia.
Untuk puncak musim hujan di Jawa Tengah, terang Budi, sesuai prakiraan dari BMKG akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2021.
Dalam menghadapi musim hujan tahun 2020 akhir dan tahun 2021, BPBD sudah melakukan berbagi persiapan. Yakni, BPBD sudah memetakan wilayah-wilayah berdasarkan potensi bencana, baik itu longsor maupun banjir.
"Kami juga sudah menyiapkan peralatan-peralatan yang kami punya. Kami mempersiapkan sumber daya manusia yang kita miliki. Kita juga sudah menyiapkan logistik-logistik yang kita miliki apabila nanti terjadi bencana," ujar dia.
BPBD juga sudah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait, TNI, Polri, dan relawan yang selama ini sudah biasa membantu dalam penanganan kebencanaan.
Disebutkan, untuk peta rawan di Kabupaten Pekalongan masih sama. Belum ada perbedaan. Menurut perkiraan di wilayah selatan potensinya rawan bencana longsor, dan untuk wilayah utara potensinya adalah banjir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
