iklan banner Honda atas

14.000 Porsi Makanan Pecahkan Rekor Muri

14.000 Porsi Makanan Pecahkan Rekor Muri

**Role Model Menu Makanan Sehat Cegah Stunting

KARANGANYAR - Penyajian sebanyak 14.000 'Si Ceting' (Si Porsi Cegah Stunting) serentak oleh 140 desa di 14 kabupaten se-Jawa Tengah pecahkan rekor MURI penyajian terbanyak porsi makanan sehat, Minggu (27/11/2022).

Dari 14 ribu porsi menu makanan itu, 1000 porsi di antaranya dari 10 desa di Kabupaten Pekalongan yang menjadi lokus penanganan stunting tahun 2022 ini. Pencatatan rekor MURI penyajian 14 ribu 'Si Ceting' dan Deklarasi Desa Gong Ceting Kabupaten Pekalongan dipusatkan di Cafe Margo Mulyo di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Minggu (27/11/2022).

"Kami dari Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto menggelar acara menyiapkan 1000 porsi makanan untuk pencegahan stunting. Ini bagian dari gerakan se-Jateng untuk mencoba menyiapkan 14 ribu porsi makanan cegah stunting dalam rangka memecahkan rekor MURI," ujar Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed Budi Aji, ditemui usai pencatatan rekor MURI, kemarin siang.

Bukan hanya kaitannya dengan rekor MURI, ujar dia, aksi itu sebagai contoh atau role model pakan lokal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencegah stunting. Karena stunting jadi masalah kesehatan yang penting saat ini.

Angka kasus stunting di Kabupaten Pekalongan ini sekitar 19 persen berdasarkan survei gizi dan 11 persen berdasarkan surveilans yang dilakukan. Target Pemkab Pekalongan adalah menurunkan hingga 3,5 persen tiap tahunnya.

"Sehingga harus ada upaya yang berkelanjutan, dan ini menjadi langkah awal bagi 10 desa yang terpilih menjadi lokus pencegahan stunting untuk memberi pendidikan ke masyarakat contoh biar mereka menyiapkan sumber pangan yang bisa meningkatkan status gizi masyarakatnya," kata dia.

Program ini merupakan kolaborasi pentaholik antara pemda, provinsi, pemerintah pusat, perguruan tinggi, swasta, masyarakat, dan elemen-elemen lain seperti media. Harapannya, semua pihak bisa fokus berkolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting.

"Kami yakin dan optimis di Kabupaten Pekalongan dengan kolaborasi pentaholik didukung dari universitas khususnya Universitas Jenderal Soedirman, target itu bisa tercapai. Kita sudah lakukan pendampingan selama dua bulan. Ini adalah puncaknya. Kita mendeklarasikan gong ceting tadi," tandasnya.

Ketua Jurusan Ilmu Gizi Unsoed Indah Nuraeni, mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan stunting. Di tahun pertama kerjasama Pemkab Pekalongan dengan Unsoed ini baru beberapa faktor yang disentuh. Kedepan, seluruh faktor pemicu stunting diharapkan bisa tersentuh.

"Untuk tahun-tahun kedepan mungkin kita akan menyentuhnya ke banyak faktor. Kemarin cuma beberapa faktor yang bisa kami lakukan di sini. Terutama pendampingan ibu-ibu PKK, pendampingan kesehatan, pengembangan produk-produk dari dapur sehat," kata dia.

Disinggung faktor pemicu di Kabupaten Pekalongan, ia mengatakan kecukupan gizi di masyarakat sudah cukup baik. Namun ada yang kurang pengetahuannya. "Jadi Sudah tahu tapi tidak melaksanakan," katanya.

Dikatakan, banyak kader-kader di Kabupaten Pekalongan butuh diupgrade. "Mungkin pergantian kader-kader yang sudah sepuh digantikan dengan kader yang lebih muda sehingga mungkin ada ilmu pengetahuan baru. Dan juga mungkin dari sisi relief dari lokasi. Seperti daerah pegunungan kurang terjangkau akses kesehatan misalkan kurang pembuangan sanitasi. Untuk tahun-tahun depan kita akan menjangkaunya ke sana," ujar dia.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mengatakan, Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed mengadakan kegiatan deklarasi 10 desa gotong-royong cegah stunting (gong ceting) Kabupaten Pekalongan, sekaligus pemecahan rekor MURI 14 ribu porsi ceting. Dimana, Kabupaten Pekalongan menyajikan 1000 porsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: