iklan banner Honda atas

15 Hari, Irigasi Dikeringkan

15 Hari, Irigasi Dikeringkan

**Petani Diimbau Patuhi Pola Tanam

KARANGANYAR - Saat musim kemarau, ratusan saluran irigasi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 ini dikeringkan selama 15 hari. Petani diimbau untuk mematuhi pola tanam selama proses pengeringan dilakukan.

Kabid PSDA di DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Edi Setiawan, kemarin, mengatakan, jadwal pengeringan sudah dimulai. Sesuai surat dari Balai Pemali Comal dan Perbup Nomor 42 Tahun 2020 tentang Rencana Jadwal Pola Tanam Dan Kebutuhan Air Untuk Musim Tanam Rendeng Tahun 2020/2021 Dan Musim Tanam Gadu Tahun 2021, terang dia, jadwal pengeringan saluran irigasi teknis dimulai tanggal 1 Oktober hingga 15 Oktober 2020. Sedangkan untuk saluran non teknis dan semi teknis pengeringan dimulai tanggal 16 - 30 Oktober 2020.

Menurutnya, pengeringan jaringan irigasi itu ada beberapa fungsi. Pertama, kata dia, untuk menata pola tanam. "Setelah pengeringan baru bisa tanam, sehingga penanaman nantinya serentak," kata dia.
Fungsi kedua untuk memutus mata rantai hama dan penyakit tanaman, karena selama pengeringan lahan diberokan.

"Fungsi lainnya pengeringan ini kesempatan kita susur jaringan. Kita bisa ngecek jaringan mana yang rusak dan perlu perbaikan, dan kesempatan kita juga untuk memperbaiki jaringan yang rusak," kata dia.

Dengan pengeringan itu, imbuh dia, memberi kesempatan bagi kelompok tani dan P3A untuk menyusuri saluran dan melakukan aksi bersih-bersih saluran karena saat pengeringan ini lebih mudah dilakukan.

Disinggung kondisi debit bendungan, Edi mengatakan, beberapa bendungan debitnya masih mencukupi, namun ada juga yang debitnya sudah tidak mencukupi. "Ada beberapa faktor k-nya di bawah 1, artinya tidak mencukupi antara kebutuhan dan debit," kata dia.
Ditambahkan, daerah irigasi (DI) yang menjadi kewenangan Kabupaten Pekalongan sebanyak 339 DI, dengan luas 13.818 hektar.

Untuk beberapa bendungan debit saat ini memang sedikit. Namun, karena memang belum MT (musim tanam) 1, sehingga debit air tidak menjadi masalah. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: