iklan banner Honda atas

2.324 Pemudik Pulang Kampung

2.324 Pemudik Pulang Kampung

**Libur Nataru

KAJEN - Libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dimanfaatkan perantau di luar daerah untuk pulang kampung. Dari data per tanggal 31 Desember 2020, sudah ada 2.324 pemudik yang tiba di Kabupaten Pekalongan.

"Ribuan pemudik berasal paling banyak dari Jabodetabek," kata Asisten Pemerintahan Kabupaten Pekalongan Totok Budi M, Jumat (1/1/2021) siang.

Totok menuturkan, untuk mencegah penyebaran virus corona pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa sudah melakukan upaya-upaya pendeteksian hal tersebut.

"Jadi, siapa saja yang datang ke Kabupaten Pekalongan entah itu dari Jabodetabek dan daerah yang lainnya untuk segera lapor ke desa," tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya memohon kepada pemudik untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Apabila ada gejala kurang enak badan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat atau ke dokter. Saya minta prokes harus selalu dipatuhi," imbuhnya.

Menurut Totok, berdasarkan data pemudik yang datang ke Kabupaten Pekalongan paling banyak di Kecamatan Kesesi.

"Data ini hasil rekapitulasi kedatangan warga ke Kabupaten Pekalongan sejak tanggal 24 Desember hingga 31 Desember 2020. Paling banyak di Kecamatan Kesesi ada 334 orang, lalu Kecamatan Siwalan ada 298 orang, disusul Kecamatan Wiradesa ada 246 orang, dan Kecamatan Paninggaran ada 203 orang," ujarnya.

MENETAP DI KAMPUNG

Sementara itu, Muji (60), pemudik asal Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, mengaku tidak akan kembali ke Jakarta. Ia mengaku sudah tua, dan situasi di Jakarta sepi karena ada pandemi Covid-19. "Saya sudah puluhan tahun bekerja sebagai pedagang di Jakarta," kata dia.

Sementara itu, Sugi (34), pemudik lainnya mengaku liburan sengaja pulang kampung untuk melepas kangen dengan keluarganya. Selama di kampung, ia pun tidak bepergian ke mana-mana. Hanya berkumpul dengan anak istrinya di rumah.
"Sebelum pulang kampung, kebijakan di kantor saya harus diswab. Saat kembali nanti juga harus diswab. Makanya, saya selama di kampung tetap di rumah saja bersama keluarga," kata dia yang bekerja di Pertamina ini. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: