iklan banner Honda atas

Pandemi, Penjual Bendera Tetao Laris

Pandemi, Penjual Bendera Tetao Laris

Seperti tahun sebelumnya, jelang perayaan HUT RI ke 76, penjual Bendera Merah Putih mulai bermunculan. Meski masa pandemi Covid-19, jualan bendera cukup laris.

Pantauan Radar, para penjual yang mayoritas warga luar daerah itu terlihat di beberapa okasi. Seperti di Perempatan Tugu Nol Sibedug Kajen. Mereka jualan di sebelah barat ataupun sebelah timur Traffic Light. Ada pula di Jalan Mandurorejo, di Alun Alun Kajen, Jalan Pahlawan Utara Sibedug, Jalan Diponegoro dan Jalan Raya Karanganyar. Selain itu nampak pula di Jalan Raya Kedungwuni, Bojong dan Sragi.

Diakui seorang penjual bendera di Perempatan Tugu Nol Kajen, Ahmad Ginanjar, asal Garut Jawa Barat, meski pandemi namun antusias warga dalam memperingati HUT RI ke 76 cukup tinggi. Terbukti penjualan bendera baik besar atau ukuran kecil laku keras.

"Walaupun kurang dua minggu namun pembeli lumayan banyak, untuk sehari bisa satu kodi laku," ungkapnya.

Ia mengaku, sudah satu minggu lebih berjualan bendera merah putih bersama teman-temannya dari Jawa Barat. Mereka berjualan berpencar di tempat lain, sedangkan untuk tempat tinggal sementara mengontrak di Sibedug, Desa Kebonagung, Kajen.

Adapun ukuran bendera yang dijual cukup bervariasi ada panjang atau umbul umbul, untuk perkantoran, bahkan ukuran besar ataupun kecil ada semua. Untuk harga dari ukuran kecil Rp 5000, untuk ukuran panjang sampai Rp 200 ribu.

"Harga bervariasi kalau untuk pasang di rumah ada yang Rp 40 ribu dan Rp 60 ribu. Sedangkan ukuran kecil dipasang pada mobil juga ada dengan harga Rp 5 ribu sampai 10 ribu," ungkapnya.

Sementara seorang pembeli bendera, Nita, mengaku membeli bendera untuk dipasang di tempat kerjanya. Ia membeli karena bendera yang dipasang di rumah warna sudah pudar.

"Saya beli untuk pasang dirumah, karena pemasangan bendera sudah dimulai sejak 1 Agustus 2021," ungkapnya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: