banner honda Juli 2026

Tiga EWS Dipasang Di Bodas

Tiga EWS Dipasang Di Bodas

KANDANGSERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan memasang tiga Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, Kamis (21/1/2021), mengatakan, menindaklanjuti kejadian tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang pada tanggal 14 Desember 2020, BPBD bersama Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah melakukan pemasangan alat Early Warning System (EWS) untuk memberikan peringatan kepada masyarakat apabila terjadi tanah gerak susulan, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya, pemasangan EWS itu sebagai upaya mitigasi pengurangan risiko bencana, dan sebagai peringatan dini kepada masyarakat Desa Bodas. "Pemasangan EWS di tiga titik lokasi. Yakni di dekat SMP 3 Kandangserang, di dekat musala Dusun Bodas 2, dan di Dusun Bodas 1," terang dia.

Sebelumnya diberitakan, gerakan tanah masih terus terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Indikasinya bisa dilihat dari putusnya kawat early warning system sederhana yang dipasang tim ESDM Jateng.

"Kemarin tanggal 10 Januari, salah satu EWS yang dipasang provinsi itu kawatnya putus. Saking kencangnya sampai putus. Berarti masih ada gerakan tanah," ujar perangkat Desa Bodas Handoyo.

Dengan putusnya kawat EWS tersebut, lanjut dia, pergerakan tanah kemungkinan masih ada.

"Masih ada ya mungkin. Karena EWS itu kawatnya putus. Yang di dekat musala itu. Selain itu, EWS yang di sebelah barat desa itu, malah sekarang bergeser. Tiangnya bergeser kurang lebih 1 meter. Dulu kan tepat di pinggir jalan, sekarang geser itu. Berarti kan masih ada gerakan tanah," kata dia.

Dikatakan, rencananya pada tanggal 20 Januari berdasarkan informasi yang ia terima di desanya akan dipasang EWS.

"Kemarin dari Dinas ESDM Provinsi Jateng, BPBD Provinsi Jateng, bergabung dari kabupaten ke sini. Dari ESDM malah selama dua hari ke sini terus. Katanya sih rencana tanggal 20 mau dipasang EWS di tiga titik," terang dia.

Seperti diketahui, bencana tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan berdampak pada 95 rumah di Dukuh Bodas 1 dan Bodas 2. Jumlah warga yang terdampak bencana itu mencapai 409 jiwa.

Kades Bodas, Wasgito, Selasa (15/12/2020), mengatakan, total lahan yang terdampak bencana tanah gerak di desanya sekitar 30 hektar. Dari total lahan tersebut, untuk lahan pertanian yang terdampak sekitar 5 hektar.

"Rumah yang terdampak mencapai 95 rumah di Dukuh Bodas 1 dan Bodas 2. Jumlah warga yang terdampak 409 jiwa," terang dia.

Cabang Dinas ESDM Serayu Utara, Provinsi Jawa Tengah, memasang empat Early Warning System (EWS) sederhana di empat titik lokasi di Desa Bodas. Petugas ESDM juga melakukan penyelidikan guna mengetahui arah pergerakan dan kecepatan tanah gerak di Desa Bodas.

"Ini pemasangan EWS yang sangat sederhana. Alat kita tidak tersedia. Memang ini kewenangan BPBD untuk memasang EWS," ujar Kepala Cabang Dinas ESDM Serayu Utara, Suhardi.

Menurutnya, alat EWS sederhana itu dipasang agar masyarakat mengetahui jika ada pergerakan tanah, sehingga masyarakat bisa menyelamatkan diri terutama jika hujan dua jam turun terus menerus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: