2023, Zero Sekolah Rusak
KAJEN - Di tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memprogramkan zero (tidak ada) sekolah negeri yang rusak. Semua sekolah harus memiliki gedung yang layak digunakan untuk pendidikan anak.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kepada sejumlah awak media, Senin (21/11/2022) menyampaikan bahwa selain kesehatan, infrastruktur, pendidikan juga masuk program unggulan.
"Jadi tahun 2023, insyaallah Pemkab Pekalongan fokus kepada sekolah-sekolah negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan ini, kita berusaha semaksimal mungkin tidak ada bangunan sekolah yang rusak," katanya.
Sedangkan untuk alokasi anggaran perbaikan terbesar pada tahun 2023 akan dialokasikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
"Pemkab Pekalongan berkomitmen untuk membenahi sektor pendidikan, dan akan diawali dengan rehab gedung-gedung sekolah yang tidak layak, khususnya sekolah negeri," jelasnya.
Diungkapkan, pendidikan yang baik untuk anak dimulai dari fasilitasnya. Jika tempat mereka menuntut ilmu lebih aman, nyaman dan tenang, maka pasti akan berpengaruh juga terhadap psikologi anak.
"Kita prihatin, kemarin waktu tinjauan ke SDN Karangjompo Tirto yang sekolahnya terendam rob. Oleh karena itu, kami memprogramkan bahwa di tahun 2023 tidak ada lagi sekolah negeri bangunannya rusak," ungkapnya.
Fadia juga menambahkan, Pemkab Pekalongan juga ada program 'Kudu Sekolah' di mana progam tersebut untuk anak-anak Kabupaten Pekalongan yang sudah putus sekolah, tapi ingin sekolah kembali.
"Saya juga memberikan seragam sekolah gratis, untuk anak-anak sekolah negeri yang tidak mampu," tambahnya.
Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid. Kata dia, untuk saat ini ada empat sekolah negeri di wilayah Tirto terkena banjir rob.
"SDN Karangjompo, Kranding, Mulyorejo dan Tegal Dowo, sedangkan untuk yang paling parah adalah di SDN Karangjompo, " imbuhnya. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
