280 Ha Tambak Kebanjiran
**Kerugian Mencapai Rp 1,895 M
WONOKERTO - Banjir mengakibatkan petambak terpuruk. Sekitar 280 hektar tambak di pesisir Pekalongan diterjang banjir. Kerugian di sektor ini mencapai Rp 1,895 miliar.
Berdasarkan data di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, ada 280 hektare tambak di delapan desa di wilayah pesisir terdampak banjir. Di Kecamatan Wonokerto, tambak seluas 166 hektar terdampak banjir. Ratusan hektar tambak ini tersebar di Desa Tratebang (31 ha), Semut (2 ha), Wonokerto Kulon (63 ha), Api api (23 ha), dan Desa Pecakaran (47 ha). Petambak di wilayah ini membudidayakan udang vaname, bandeng, dan ikan nila. Total kerugian akibat ikan dan udang tersapu banjir di Kecamatan Wonokerto mencapai Rp 1 miliar lebih.
Di Kecamatan Tirto, 13 hektar tambak bandeng dan udang vaname di Desa Jeruksari terdampak banjir, dan di Desa Mulyorejo ada 2 hektar tambak bandeng yang terdampak banjir. Kerugian petambak di Tirto sekitar Rp 300 juta. Sementara itu, 99 hektar tambak bandeng di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, terdampak banjir, dengan kerugian Rp 558 juta.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Sirhan, Rabu (3/3/2021), usai monitoring tambak terdampak banjir, menerangkan, di Kecamatan Tirto dengan luas terdampak banjir 15 hektar ditaksir mengalami kerugian Rp 300 juta. Sementara di Kecamatan Wonokerto, dengan luas tambak terdampak banjir 166 hektar ditaksir mengalami kerugian Rp 1.037.400.000. "Di dua kecamatan ini mayoritas budidaya ikan bandeng, udang vaname, dan nila," terang dia.
Sedangkan di Kecamatan Siwalan, lanjut dia, dengan budidaya ikan bandeng, tambak terdampak banjir seluas 99 hektar mengalami kerugian sebesar Rp 558 juta.
Dikatakan, banjir yang terjadi selama tiga pekan lebih menyebabkan terendamnya tambak di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, terutama kawasan tambak yang berada di sebelah selatan tanggul pengendali rob. Akibatnya, ikan dan udang keluar dari tambak, sehingga pembudidaya ikan mengalami kerugian.
Pada kesempatan itu, pembudidaya ikan yang terdampak banjir meminta agar pemerintah memperhatikan nasib mereka.
Sirhan menyatakan, akan berusaha membantu dengan mengusulkan kegiatan baik dari APBD Kabupaten Pekalongan, APBD Provinsi, maupun ke KKP beserta UPT Teknisnya. Dalam kesempatan tersebut, Sirhan juga mengimbau kepada pembudidaya ikan supaya ke depan para pembudidaya dalam merencanakan proses budidaya ikan lebih memerhatikan kondisi cuaca dan langkah antisipasi bila terjadi bencana serupa. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
