Tingkat Kesembuhan 91,7%
**Dari 4567 Kasus Covid-19, 3853 Orang Sembuh
KAJEN - Tingkat kesembuhan atau recovery rate Covid-19 di Kabupaten Pekalongan 91,7%. Dari total konfirmasi 4567 kasus, ada 3853 orang yang sembuh.
"Penderita paling banyak adalah tanpa gejala. Ada 332 kasus. Yang tanpa gejala ini lah yang bisa mengangkat tingkat kesembuhan. Pasien Covid dengan gejala berat juga banyak yang sembuh, tapi banyak pula yang meninggal dunia," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin.
Disinggung kiat-kiat untuk sembuh dari Covid-19, Wawan mengatakan dengan pemberian makanan yang bergizi, olahraga teratur, dan melakukan kegiatan- kegiatan rutin bisa mempercepat proses kesembuhan. Yang tak kalah penting adalah mampu mengelola stres.
Disebutkan, berdasarkan surat edaran dari sekda tentang bagaimana melakukan isolasi mandiri, pihak dari satgas tingkat kecamatan dan desa harus memantau warganya yang isoman. Dimungkinkan pula warga yang terpapar virus corona untuk melakukan isolasi terpusat.
"Ini yang kemarin diminta demikian (isolasi terpusat), sehingga pemantuan dan pengobatannya bisa terstruktur," katanya.
Bagaimana upaya untuk mempercepat penyembuhan bagi warga yang isoman di rumah?. Wawan mengatakan, dengan mengelola kesehatan secara baik. Berjemur, melakukan aktivitas, rutin olahraga seperti senam, makan bergizi, dan kelola stres.
"Jangan stres lah. Proses penyembuhan dilalui dengan baik, dengan enjoy. Makanan bergizi, makan sayur, buah, protein yang cukup. Susu. Bebas makannya. Jangan merokok," tandasnya.
Disinggung adanya panik buying warga memborong susu merek tertentu dan vitamin C produk tertentu karena diyakini bisa menyembuhkan Covid-19, Wawan mengaku tidak habis pikir kenapa masyarakat mudah sekali terhipnotis dengan postingan-postingan yang perlu penelitian lebih lanjut. Termasuk ada kepercayaan di masyarakat mengonsumsi air kelapa muda bisa menyembuhkan corona.
"Sebetulnya air kelapa muda dari zaman nenek moyang bagus untuk kita minum. Susu juga begitu. Vitamin juga demikian. Itu biasa saja menurut saya, kita tidak boleh mengkultuskan itu bisa menyembuhkan Covid. Ini harus disikapi dengan bijak," ujar dia.
Agar cepat sembuh, kata dia, asupan makan bergizi itu diperlukan. Harus gizi seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. "Tidak harus makan enak tapi gizinya berimbang. Ada sayur, ada lauknya, ada karbohidratnya, ada proteinnya, ada buahnya. Ini yang harus dikedepankan dalam rangka penyembuhan. Namanya juga recovery butuh gizi yang cukup," ungkap dia.
Untuk penderita dengan gejala ringan, ia menyatakan tidak perlu beli obat yang mahal. Menurutnya, paket obat yang ada di Puskesmas sudah lebih dari cukup.
"Kalau sakit berat bisa dirujuk ke rumah sakit yang tentunya tingkatan perawatan dan pengobatannya lebih tinggi dari Puskesmas. Karena pemberian obat berdasarkan indikasi. Kasus per kasus. Kalau kita hanya baca di internet tanpa ada pemeriksaan belum tentu pas," ujarnya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
