iklan banner Honda atas

50 Tenaga Medis RSUD Kraton Diisolasi Mandiri

50 Tenaga Medis RSUD Kraton Diisolasi Mandiri

*2 Dokter Spesialis Positif Covid-19

*Ruang Poliklinik Rawat Jalan RSUD Kraton Ditutup

BERI KETERANGAN: Direktur RSUD Kraton Eko Widiantoro memberikan keterangan kepada wartawan, kemarin. Hadi Waluyo.

KAJEN - Puluhan tenaga medis baik itu dokter dan perawat di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan, menjalani isolasi mandiri paska temuan dua dokter spesialis di rumah sakit ini terpapar virus corona. Untuk sementara, seluruh pelayanan di poliklinik rawat jalan di RSUD Kraton ditutup sementara.

Direktur RSUD Kraton, Eko Widiantoro, Selasa (21/4/2020) kemarin, mengatakan, pasca temuan dua dokter spesialis di RSUD Kraton terpapar virus corona, pihak rumah sakit langsung melakukan tracking. Menurutnya, ada sekitar 50 orang tenaga kesehatan, baik itu dokter dan perawat, yang melakukan kontak dengan dua dokter spesialis tersebut. Oleh karena itu, puluhan dokter dan perawat ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Kami akan mengupayakan seluruh dokter dan perawat ini menjalani rapid tes dan swab tes, sehingga ada kepastian bagi mereka," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, untuk sementara seluruh pelayanan di poliklinik rawat jalan di RSUD Kraton ditutup sementara. "Sejak tanggal 21 April 2020 memang poli rawat jalan kita tutup karena ada dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis anak dan penyakit dalam, hasil swabnya positif. Dari hasil tracking, ada 50 tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat, yang melakukan kontak dengan dua dokter spesialis itu, sehingga ada ketidaktenangan," kata dia.

Untuk itu, mereka melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

"Kita lagi minta rapid tes dan swab. Kebetulan kita alatnya habis, kita lagi cari. Jika sudah ada, kita akan lakukan pemeriksaan. Protokolnya 14 hari isolasi. Jika sudah selesai, kita akan tinjau lagi kebijaksanaannya. Paling tidak 14 hari ke depan kita tutup poli itu," ujar dia.

Menurutnya, semua poliklinik rawat jalan ditutup sementara, kecuali klinik hemodialisa dan kemoterapi, klinik paru, dan klinik onkologi. "Yang harus berobat rutin, cuci darah, bahaya kan kalau tidak ada pelayanan," kata dia.

Ditambahkan, untuk sementara ini baru tenaga kesehatan di RSUD Kraton yang ditracking. Untuk pasien yang dirawat, kata dia, belum ditracking. "Untuk dua dokter spesialis ini kondisinya baik. Orang tanpa gejala, sehingga menjalani isolasi mandiri," imbuh dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: