iklan banner Honda atas

Proyek Peningkatan Jalan Wilayah Atas Dikebut

Proyek Peningkatan Jalan Wilayah Atas Dikebut

*Pekerja Sampai Harus Pangkas Batu Gunung

KENDAL - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah tengah mengebut peningkatan jalan sejauh 1 kilometer di wilayah perbatasan Kecamatan Patean dengan Kecamatan Singorojo senilai Rp 9,2 miliar. Pelaksanaanya, petugas memangkas gunung batu agar jalan tidak terlalu menanjak dan bisa diperlebar. Sehingga ruas jalan tidak lagi membahayakan saat dilalui mobil berat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, perbaikan jalan penghubung Kendal bagian atas ini ditangani DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng sejak Maret hingga 3 Desember.

Dalam pekerjaannya, petugas memangkas bukit hingga 30 meter agar tidak terlalu curam. Kemudian melakukan pengeprasan gunung batu untuk meluruskan ruas jalan. "Pemotongan lahan mendekati final, tinggal perapian. Untuk gunung batu hanya dikepras 13 meter sebagai badan jalan karena kondisinya yang tidak memungkinkan," katanya, Kamis (21/10/2021)

Besarnya gunung batu yang rencananya dihancurkan tidak bisa direalisasi karena beberapa faktor. Batu tidak bisa dihancurkan dengan dinamit karena membahayakan permukiman penduduk sekitarnya. Meski dilakukan dengan alat berat, petugas kesulitan karena kondisi geografis yang sulit dijangkau dari berbagai arah.

"Memang awal rencananya dilakukan penggempuran gunung batu, namun karena kondisi tidak memungkinkan, hanya dikurangi sebagian, dipotong 13 meter untuk badan jalan," ungkapnya.

Sesuai target, perapian gunung batu selesai dalam 2 pekan ke depan. Kemudian dilanjutkan konstruksi jalan mulai akhir Oktober hingga November. Targetnya informasi dari provinsi selesai dan bisa dilalui kendaraan pada Desember. "Arus lalu lintas selama ini dialihkan ke jalan alternatif melalui jalan perkampungan yanglebih memanjang,"jelasnya.

Seorang pekerja, Saein, mengaku kesulitan saat mengepras gunung batu dengan alat berat. Selain kerasnya batu, kata dia, kendala lain adalah alat berat tidak bisa mejangkau batu dari semua sisi. Sehingga menghambat proses perbaikan jalan alternatif yang juga sebagai penghubung Kota Semarang - Kendal - Temanggung.

"Batunya saat dihancurkan sulit. Tetapi gak tahu kenapa banyak kendalanya, alat sering rusak, belum lagi kalau hujan jadi hambatan," katanya

Seorang warga, Khamidun berharap, pekerjaan jalan ini bisa segera dirampungkan. Agar warga tidak perlu lagi menempuh jalan melingkar hingga beberapa kilometer lebih jauh. "Kalau mau lewat harus memutar dulu sebagai jalur pengalihan selama pekerjaan berlangsung. Ada yang sudah dibeton, tapi kalau hujan licin," Ucapnya. (lid)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: