Soal Wisata, Menpora: Jangan Semua Digarap
*Kemenpora Siap Bantu Sport Tourism
KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal tengah serius menggarap sektor industri dan pariwisata guna mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Menanggapi hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali, meminta Pemkab Kendal tidak latak dengan menggarap semua jenis wisata secara bersamaan, karena dinilainya justru tak akan maksimal.
Menpora secara khusus memberikan perhatian kepada jenis pariwisata yang bisa turut mengembangkan potensi olahraga. Bahkan, Kemenpora siap mendorong pengembangan sport tourism di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal yang memang memiliki potensi. Begitu juga di daerah-daerah lainya di Indonesia yang potensial untuk pengembangan sport tourism.
"Tinggal bagaimana daerah masing-masing bisa merencanakan dan memfokuskan mana yang mau ditonjolkan dan didorong. Jangan semua mau digarap. Kalau semua mau digarap tidak akan maksimal. Tapi kalau pemimpin daerahnya dan masyarakatnya mengkonsenterasikan pada hal-hal yang jadi unggulan maka bisa berhasil. Seperti di Kendal, mau membangun trek dan water sport, saya mendukungnya. Wisata dibuat satu paket dan yang terpenting masyarakatnya diedukasi supaya wisatawan akan nyaman dan betah berwisata di Kendal," jelas Menpora Zainudin Amali saat lakukan Kunjungan Dinas Peninjauan lokasi Sarana Olahraga Potensial di Kabupaten Kendal, Senin (25/10/2021) sore, di Pendopo Timenggung Bahurekso Kendal.
Kecuali itu, Menpora juga mengingatkan identitas Kabupaten Kendal yang juga lekat dengan santri. Karena itu, dia menilai pengembangan industri dan pesantren bisa dikombinasikan dan dikolaborasikan akan maju bersama. Industri maju, tetapi aspek spiritual dan religiusitas masyarakatnya tetap terpelihara melalui eksistensi pesantren-pesantren.
"Hasil karya santri seperti pesawat aeromodeling luar biasa. Saya kira ini satu hal yang sangat bagus mengkombinasikan antara dua kehidupan yang berbeda tetapi bisa. Jika ini tetap bisa terpelihara terus dan bisa dikembangkan terus saya yakin Kabupaten Kendal akan maju dan menjadi contoh buat kabupaten lainya tidak hanya di Jawa Tengah bahkan di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, ada empat pilar pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal, yakni industri, UMKM, pariwisata dan generasi 4.0. Adapun dari segi pariwista dapat meningkatkan kembali gairah pariwisata dengan memaksimalkan potensi alam dan buatan melalui sport tourism yang akan memberikan multiplier effect kepada sektor lain. Dari segi UMKM dapat mengakselerasi kualitas dan kuantitas UMKM di Kabupaten Kendal melalui upaya digitalisasi sehingga terciptanya branding yang baik dan menjadikan UMKM Kendal UMKM yang berdaya saing.
Sementara secara industri mewujudkan kawasan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang mumpuni, dengan membentuk iklim investasi yang sehat dan meningkatkan daya saing Kabupaten Kendal.
"Generasi 4.0, menciptakan Sumber Daya Manusia Kendal yang siap dan terampil dalam menghadapi era Industri 4.0 sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan iklim investasi yang handal," katanya.
Dico mengungkapkan, dalam konteks kondisi olahraga dan kepemudaan di Kabupaten Kendal, setidaknya saat ini ada sebanyak 1.000 fasilitas olahraga di Kabupaten Kendal yang dikelola oleh BUMDes, Karang Taruna, dan perseorangan yang tersebar di sejumlah kecamatan dan desa. Kemudian sebanyak 4 fasilitas olahraga yang dikelola oleh Pemkab Kendal, yakni terdiri dari Gor Bahurekso, Stadion Utama Kendal, Stadion Madya dan lapangan Tenis Gembyang. Untuk prestasi yang diraih para atlet kendal cukup banyak.
"Ada 99 penghargaan diterima oleh Kabupaten Kendal karena prestasi kejuaraan yang diikuti oleh para atlet dari berbagai cabang olahraga. Yakni 16 penghargaan dari kejuaraan tingkat internasional, 22 penghargaan kejuaraan tingkat nasional dan 61 penghargaan dari kejuaraan tingkat provinsi. Olahraga Kendal selama 3 tahun terakhir hanya menyumbang PAD rata-rata sebesar Rp100.000.000," ungkapnya. (lid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
