iklan banner Honda atas

Kemenag Kab. Pekalongan Gelar Pelatihan Kehumasan & Jurnalistik, Humas Jadi Garda Terdepan Sampaikan Informasi

Kemenag Kab. Pekalongan Gelar Pelatihan Kehumasan & Jurnalistik, Humas Jadi Garda Terdepan Sampaikan Informasi

--

KAJEN.RADARPEKALONGAN.CO.ID - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Kehumasan dan Jurnalistik di Aula Kantor Setempat, Kamis 17 Juli 2205. 

Kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat kapasitas kehumasan di lingkungan kerja berlangsung di Aula Setempat dengan diikuti oleh perwakilan dari Madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), serta para penyuluh agama. 

Pelatihan Kehumasan dan Publikasi dengan menghadirkan narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan, Triyono selaku Wartawan Radar Pekalongan. Pada kesempatan itu, peserta diberikan dasar penulisan berita menggunakan 5 W+1H dan penggunaan foto. Selain itu acara juga diisi dengan sesi tanya jawab. 

Kepala Kemenag Kab Pekalongan, Ahmad Farid, memberikan sambutan dan pengarahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ahmad Farid berharap melalui kegiatan ini, humas dapat lebih aktif dalam mengelola informasi dan komunikasi publik. 

”Kami berharap humas dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Farid juga menambahkan, “Dengan pelatihan ini, kami berharap humas dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam mengelola informasi dan komunikasi publik, sehingga dapat meningkatkan citra dan reputasi lembaga.“

Pelaksana Humas Kemenag Kabupaten Pekalongan, Ahsin Hana, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas publikasi kegiatan dan informasi kelembagaan. Ia menekankan pentingnya kemampuan kehumasan, terutama dalam menyampaikan kerja-kerja lembaga kepada publik secara efektif dan informatif.

"Kami dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan kehumasan dan jurnalistik dalam rangka memberikan bekal bagi jajaran di bawah kami, baik di KUA maupun Madrasah, termasuk para penyuluh. Meskipun sebagian sudah terbiasa, masih banyak juga yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang kehumasan," ujarnya.

Menurutnya, banyak aktivitas dan program kerja yang dilakukan Kemenag belum tersampaikan ke publik, oleh karenanya digelar pelatihan. Hal itu menyebabkan masyarakat belum mengetahui secara utuh kontribusi Kemenag dalam kehidupan sosial-keagamaan di wilayah Kabupaten Pekalongan.

"Bagaimana masyarakat bisa tahu kerja-kerja kita kalau tidak diberitahu? Di sinilah peran penting humas. Karena itu kami ingin memperkuat sinergi antara lembaga kami seperti Madrasah dan KUA agar bisa berkolaborasi dan aktif membagikan edukasi maupun informasi kepada masyarakat," tambah Ahsin.

Pelatihan ini juga menjadi momentum penyadaran bahwa kehumasan bukan hanya tugas teknis, tetapi juga bagian dari strategi membangun citra kelembagaan. Selain itu, keterampilan jurnalistik dasar seperti penulisan berita, pengambilan foto, dan manajemen media sosial turut menjadi materi pelatihan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam tugas-tugas mereka, sehingga program-program Kemenag dapat lebih dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Dalam pelatihan ini, Triyono dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan menjadi narasumber dan memberikan materi tentang penulisan berita untuk media massa. 

“Penulisan berita yang baik harus memiliki unsur 5W+1H, yaitu what, who, when, where, why, dan how. Dengan memahami prinsip ini, humas dapat menulis berita yang informatif dan menarik bagi pembaca,” ujar Triyono.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: