BPN Kabupaten Pekalongan Dorong Optimalisasi PAD Melalui Transparansi dan Sinergi Lintas Sektor
--
KAJEN.RADARPEKALONGAN.CO.ID - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan terus memperkuat kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kinerja yang signifikan di sektor pertanahan. Hingga pertengahan tahun 2025, realisasi penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) telah mencapai Rp21,04 miliar melalui 2.709 transaksi, mayoritas berasal dari hasil lelang serta penetapan hak atas tanah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor BPN Kabupaten Pekalongan, Bambang Irjanto, A.Ptnh., M.M., dalam rapat kerja bersama Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Pekalongan di Gedung Sekretariat DPRD setempat.
Dalam forum tersebut, BPN turut memaparkan capaian serta tantangan sektor pertanahan, termasuk potensi optimalisasi penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) atas peralihan hak tanah.
“Peran kami tidak berhenti pada penerbitan sertifikat, tetapi juga mencakup proses verifikasi dokumen BPHTB, pengawasan transaksi tanah, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai hak-hak pertanahan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, BPN juga memaparkan perkembangan pengadaan lahan untuk proyek strategis nasional, seperti jalan tol Pemalang–Batang, termasuk jumlah bidang tanah yang telah terdaftar dan kondisi sertipikat yang terdampak. Pada tahun 2024 lalu, tercatat sebanyak 5.854 aktivitas BPHTB telah dilaksanakan, menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
Dalam konteks pengelolaan pertanahan yang akuntabel, BPN menekankan pentingnya monitoring terhadap lahan terdampak proyek infrastruktur, agar pelaksanaan kebijakan berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD. Menurutnya, sinergi antar instansi sangat diperlukan agar proses administrasi maupun perencanaan ke depan dapat berjalan secara efisien dan terukur.
Pihak DPRD Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi atas keterbukaan data dan kontribusi aktif BPN dalam memperkuat sumber pendapatan daerah. Kolaborasi ini dinilai strategis dalam menciptakan sistem pertanahan yang lebih profesional, berdaya guna, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan peran aktif BPN yang tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dan edukatif, sektor pertanahan diyakini akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
