420 Guru SD/M Muhammadiyah Se Kota Kabupaten Pekalongan Ikuti Seminar Deep Learning
DENGARKAN - Para peserta mendengarkan materi dari narasumber --
PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID- Dalam semangat mewujudkan sekolah berkemajuan yang adaptif terhadap perubahan zaman, 420 Guru SD/ M Muhammadiyah se kota dan Kabupaten Pekalongan mengikuti seminar Deep Learning yang bertajuk “Eksplorasi Deep Learning untuk peningkatan kompetensi guru abad 21” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kepala Sekolah/ Madrasah SD Muhammadiyah se Kota dan Kabupaten Pekalongan, di Hotel Marlin, Sabtu (26/7/2025).
Acara yang diselenggarakan mulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan narasumber nasional dari Jakarta Trainer dan Konsultan Pendidikan Gunanto MPd CHMP, sosok inspiratif di bidang pengembangan pendidikan kontemporer.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas bagi para pendidik SD Muhammadiyah se Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk memahami filosofi pembelajaran mendalam yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pemaknaan dan pengembangan karakter peserta didik secara holistic.
Dalam materinya, Gunanto menekankan bahwa deep learning mengajak guru dan siswa untuk bersama-sama menyelami inti dari proses belajar, menautkan konsep konsep penting, serta melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif.
Disampaikan Ketua pelaksana kegiatan Djoko Susilo bahwa pada seminar Deep Learning ini para guru diberikan gambaran tentang bagaimana ilmu menjadi bermakna. Guru tidak cukup hanya menyampaikan, tetapi harus mampu menumbuhkan kesadaran belajar dalam diri peserta didik.
“Belajar dengan Deep Learning itu tidak hanya sekedar permukaan saja tapi belajar secara pemaknaan,” jelasnya.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Para guru terlibat dalam sesi tanya jawab,
Mereka didorong untuk menyusun ulang pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, menyentuh sisi afektif siswa, serta mendorong proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang Mubariyyin MPd yang turut menjadi peserta dalam kegiatan seminar Deep Learning ini menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik adanya kegiatan seminar Deep Learning ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan guru adalah bagian dari upaya membangun budaya belajar yang terus tumbuh.
“Guru adalah fondasi utama kualitas pendidikan. Maka setiap momentum pembinaan seperti ini adalah bentuk investasi masa depan bagi lahirnya generasi pembelajar yang unggul dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Ia juga menegaskan, bahwa momen ini menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan bukan pekerjaan satu orang, melainkan kerja kolektif yang dimulai dari semangat belajar para guru itu sendiri.
“Melalui kegiatan ini, kita mengharapkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya fokus pada output, tetapi juga proses, menghadirkan pembelajaran yang berakar pada nilai, relevan dengan zaman, dan membebaskan potensi anak bangsa,” pungkasnya.(Mal)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
