Partisipasi Pemilih Pada Pemilu 2019 Ditargetkan 77.5 Persen

Partisipasi Pemilih Pada Pemilu 2019 Ditargetkan 77.5 Persen

BATANG - KPU Batang mentargetkan angka partisipasi Pemilu 2019 nanti tembus angka 77,5 persen. Oleh karenanya, mereka secara intensif menggelar sosialisasi ke berbagai kalangan masyarakat, baik yang dilakukan KPU sendiri, PPK, maupun relawan demokrasi.

SOSIALISASI - KPU Batang memberikan sosialisasi Pemliu 2019 kepada rekan Ormas, NGO, dan media massa di Hotel Sendangsari Batang, Selasa (12/2). NOVIA ROCHMAWATI

Seperti dilakukan Selasa (12/2) kemarin, KPU memberikan sosialisasi kepada perwakilan ormas, rekan media, perwakilan kaum disabilitas, dan beberapa NGO. "Kami optimis target 77,5 persen terpenuhi karena juga nantinya masyarakat akan memilih lima surat suara. Juga ada pemilahan DPRD Kabupaten, biasanya kalau untuk daerah sendiri, antusias mereka bakal lebih tinggi dan semoga bisa terealisasi. Pesta demokrasi harus dihadapi dengan semangat dan gembira ria, maka kami ajak ormas dan LSM untuk mendorong informasi pemilu sampai pada pemilih," terang Ketua KPU Batang, Nur Tofan, saat diwawancarai di usai kegiatan.

Dijelaskan pula, pemilu 2014 partisipasi pemilih Kabupaten Batang mencapai 77,8 persen untuk Pileg, sementara Pilpres 73,5 persen. Untuk mensukseskan Pemilu 2019 ini, KPU telah membentuk Relawan Demokrasi (relasi). Menurut Tofan, ada 55 orang relawan yang sudah satu minggu ini sudah melakukan sosialiasai. Mereka bahkan sudah bergerak dari kampung ke kampung dan komunitas.

Sementara Anggota Divisi Sosialisasi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Batang, Gunadi Fitrianto mengatakan, mulai tanggal 28 Februari - 27 Maret pihaknya akan melakukan perekrutan Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka akan ditempatkan di 2.522 TPSW, yang tugasnya tak hanya menghitung suara saja, tapi juga melakukan sosialiasai pendidikan pemilih.

"Pemilu 2019 seharusnya lebih baik, karena ada kewajiban KPPS untuk ikut mensosialisasikan pendidikan pemilih," jelasnya.

Menurut Gunadi, KPU siap memberikan pelayanan pemilih yang akan pindah TPS paling lambat 17 Februari 2019. Adapun pemilih yang bisa pindah yaitu pemilih yang bekerja di luar domisili, sedang belajar, nyantri atau kuliah, sedang di rawat panti sosial atau rehabilitasi, menjadi narapidana dan pemilih yang tertimpa bencana alam.

"Daftar pemilih berdasarkan DPTHP-2 untuk pemilih Laki - laki sebanyak 302. 837 orang, pemilih perempuan 303. 453 orang dengan jemlah total pemilih 606.290 orang. Nantinya para pemilih yang akan pindah TPS tersebut akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: