ITSNU Pekalongan Lakukan Pendampingan Desa Wisata, Terjunkan Dosen dan Mahasiswa
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan resmi memulai program pendampingan Desa Wisata. Kick-off program hibah mahasiswa terdampak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITSNU tersebut difokuskan di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida), Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pekalongan.
Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. Ali Imron, menjelaskan bahwa pendampingan ini mengintegrasikan teknologi digital dalam pengembangan desa wisata tangguh bencana dengan pendekatan Business Continuity Plan (Bcp) Dan Business Continuity Management (Bcm).
"Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dan resiliensi usaha kopi melalui pelatihan manajemen dan digitalisasi BUMDes, serta memperkuat tata kelola desa wisata berbasis komunitas," ujar Dr. Ali Imron.
Selain itu, program juga menitikberatkan pada mitigasi bencana yang dilakukan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar pariwisata tetap berjalan dengan aman dan berkelanjutan.
ITSNU Pekalongan menghadirkan aplikasi Wisme 4 sebagai solusi digital untuk mendukung tata kelola wisata. Aplikasi ini memuat fitur reservasi wisata, manajemen keuangan, sistem peringatan dini, hingga evakuasi darurat.
Melalui aplikasi tersebut, wisatawan dan calon pengunjung bisa lebih mudah memperoleh layanan wisata sekaligus informasi keselamatan.
"Digitalisasi ini kami harapkan tidak hanya mendorong peningkatan pelayanan, tetapi juga kesiapsiagaan bencana," imbuhnya.
Program pendampingan ini menyasar beberapa kelompok utama. Pertama, Kelompok Wisatawan, yaitu calon pengunjung yang mendapatkan layanan wisata serta akses informasi terkait keamanan.
Kedua, Kelompok Pengelola Wisata. Mereka adalah para admin atau operator destinasi yang bertugas mengelola layanan wisata sekaligus memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana.
Ketiga, Kelompok Umkm Dan Bumdes. Para pelaku usaha lokal akan mendapatkan manfaat promosi serta kesempatan memperluas pasar. Mereka juga dilibatkan dalam sistem respon bencana sehingga tetap bisa berkontribusi bagi keberlangsungan desa wisata.
Keempat, Kelompok Masyarakat Umum. Warga desa, termasuk pemandu wisata dan kelompok seni budaya, didorong untuk berperan aktif dalam mendukung kegiatan wisata sekaligus memperkuat mitigasi bencana di lingkungannya.
Pada program ini, akan diberikan bantuan peralatan untuk Desa Wisata Tangguh Bencana serta dukungan digital marketing untuk pengembangan desa wisata berkelanjutan. Bantuan tersebut berasal dari hibah kemdiktisaintek tahun anggaran 2025.
Untuk mendukung keberhasilan program, ITSNU Pekalongan menurunkan dua dosen pendamping lapangan bersama 20 pengurus BEM ITSNU yang akan memfasilitasi jalannya kegiatan secara intensif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
