Pemkab Pekalongan Selenggarakan Ngaji Bandongan Peringati Hari Santri Nasional 2025
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan Ngaji Bandongan Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim karya pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari. Acara tersebut berlangsung di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan dan diikuti oleh jajaran ASN, tokoh agama, serta perwakilan pesantren se-Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, mewakili Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ngaji ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk refleksi terhadap semangat perjuangan dan keteladanan santri dalam mengabdi kepada bangsa dan agama.
“Peringatan Hari Santri hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kesantrian, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya.
Akbar menambahkan bahwa Kabupaten Pekalongan telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren, namun implementasinya perlu terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para santri dan lembaga pesantren.
“Jumlah pesantren di Kabupaten Pekalongan sekitar 130. Pemerintah daerah harus hadir memberikan perhatian, tidak hanya sebatas koordinasi dengan Kementerian Agama. Perda Pesantren harus dijalankan secara nyata, bukan hanya menjadi dokumen administratif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mewujudkan identitas Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri dalam tindakan konkret.
“Sebutan Kota Santri bukan hanya julukan. Ini tanggung jawab moral kita bersama, agar nilai-nilai religius dan perjuangan santri benar-benar hidup dalam kebijakan dan perilaku pemerintahan,” pungkas Sekda.
Sementara itu, KH. Alif Wasnadi dari PCNU Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi kepada Pemkab Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sarat makna spiritual tersebut. Menurutnya, pengajian kitab karya KH. Hasyim Asy’ari pada momentum Hari Santri menjadi pengingat sejarah panjang perjuangan kaum santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.
“Melalui ngaji kitab ini, kita berharap mendapat keberkahan ilmu serta memperkuat semangat perjuangan santri dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pemkab Pekalongan berharap, melalui kegiatan Ngaji Bandongan tersebut, nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan semangat perjuangan para santri dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berkarakter religius, berkeadaban, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
