iklan banner Honda atas

Prokes Ketat di Pilkades

Prokes Ketat di Pilkades

KAJEN - Pemkab Pekalongan telah menyiapkan aturan dan protokol kesehatan yang ketat saat pencoblosan Pilkades pada 23 Februari 2022. Harapannya, Pilkades di tengah lonjakan kasus Covid ini tak justru menimbulkan klaster baru di Kota Santri.

"Untuk pelaksanaan Pilkades kita sudah persiapkan aturannya. Kita sudah temu dengan panitia Pilkades terkait dengan aturannya dan pembatasan-pembatasan di TPS," ujar Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, kemarin.

Pemda sudah menyiapkan prokes di TPS. Jadwal warga untuk memilih juga sudah diatur. "Yang paling banyak di Desa Bebel sampai 6 ribu lebih pemilih, sehingga harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Kita koordinasikan dengan panitia Pilkades terkait pengaturan waktu. Kita kan ada pembatasan jamnya juga. Itu sudah kita atur," ungkapnya.

Antisipasi calon kepala desa mendatangkan pemilih dari luar daerah juga sudah diantisipasi. Pemilih dari luar kota seperti dari Jakarta harus bisa menunjukkan hasil swabnya negatif. Sesampainya di Pekalongan pun akan diswab lagi. Jika positif langsung dikirim ke tempat isolasi terpusat di RSUD Kesesi.

"Calon kades yang mendatangkan pemilih juga harus prokes. Jika mendatangkan pemilih dari luar kota, harus menunjukan hasil swab negatif. Kami sudah koordinasi dengan Polres. Intinya mereka yang datang dari Jakarta itu harus sudah membawa hasil swab negatif. Kita juga akan melakukan swab sesampainya di Kabupaten Pekalongan. Jika ada yang positif kita nanti pusatkan di Kesesi," tandasnya.

Disinggung jika ada pemilih yang saat hari H positif Covid, Akbar mengatakan, nanti akan ada petugas yang mendatangi. "Hak-hak politik warga kan harus tetap kita hormati, hargai. Nanti kita akan atur sehingga mereka tetap bisa ikut nyoblos. Aturan di Pilkades ini hampir sama dengan Pemilu kemarin," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, pada 23 Februari 2022, sebanyak 23 desa di Kabupaten Pekalongan akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Ada dua potensi ancaman yang perlu diwaspadai. Yakni lonjakan Covid dan cuaca ekstrem. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: