Ribuan Warga Antre BLT Migor
**Habis Subuh Turun Gunung
KAJEN - Ribuan masyarakat di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan langsung tunai minyak goreng sebesar Rp 300 ribu. Bantuan itu disalurkan melalui Polres Pekalongan.
Saking banyaknya penerima bantuan itu, banyak masyarakat yang rela sehabis subuh sudah turun gunung untuk bisa mendapatkan nomor antrean paling awal. Penerima bantuan dari wilayah pegunungan dengan naik doplak sudah bertolak ke Kota Kajen sehabis Salat Subuh.
"Habis Subuh tadi sudah turun ke Kajen biar dipanggilnya cepat. Kalau datang siang, bisa pulang sampai sore nanti," tutur salah satu penerima bantuan dari Kecamatan Kandangserang.
Meski antrean cukup panjang, proses penyaluran BLT migor di Polres Pekalongan berjalan dengan tertib. Tidak ada aksi saling dorong atau berebut untuk mendapatkan antrean paling awal. Penerima bantuan mematuhi tata tertib yang dibuat oleh pihak panitia. Bahkan, penerima yang belum vaksin diarahkan untuk vaksin dulu agar bisa menerima BLT tersebut.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Senin (25/4/2022), mengatakan, Polres Pekalongan kembali menyalurkan bantuan dari pemerintah, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam hal ini pembagian minyak goreng yang berjumlah 1.994 orang.
Selain menyalurkan bantuan, lanjut Kapolres, pihaknya juga melaksanakan vaksinasi. "Jadi kita siapkan tempat vaksinasi untuk masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi, baik vaksinasi 1, 2, dan 3 (booster)," terang dia.
Pemerintah pun menargetkan, BLT minyak goreng harus sudah tersalurkan seluruhnya dalam waktu satu minggu sebelum Idul Fitri. Artinya, pemerintah dan TNI-Polri memiliki waktu dua minggu untuk menyalurkan BLT minyak goreng.
Adapun penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng yang dilakukan Polres Pekalongan akan dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 25 - 28 April 2022 kepada ribuan warga Kabupaten Pekalongan.
AKBP Arief menjelaskan, pihaknya menggunakan cara penelusuran ke tempat (on the spot) dalam mencari calon penerima bantuan langsung tunai minyak goreng dari pemerintah. Penelusuran langsung dilakukan ke pedagang kaki lima (PKL) serta pemilik warung kecil yang merupakan sasaran program bantuan tersebut.
"Kita on the spot ke lapangan, sehingga kita mendapat data riil, mana pedagang yang benar-benar akan kita berikan," ujar AKBP Arief.
Menurutnya, cara ini efektif dan tepat sasaran karena bisa langsung melihat kondisi PKL dan pemilik warung yang sekiranya cocok mendapat BLT minyak goreng. Cara lain, yang juga digunakan, melalui komunitas pedagang.
"Sehingga menunjukkan beberapa pedagang di sana, pedagang di sini, sehingga mempermudah kita secara teknis, sehingga sasaran yang kita dapatkan bisa dapat kita dapatkan," terang dia.
Selain dua cara tadi, Polres Pekalongan juga memanfaatkan jaringan Polres di berbagai wilayah. Tak ketinggalan, pihaknya juga bekerja sama dengan kepala desa hingga dinas-dinas pemerintah daerah. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
