Sekolah Banjir, Pemkab Ambil Dua Opsi
*) Peninggian atau Relokasi
KAJEN - Wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan beberapa tahun ini sering terendam banjir. Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan inventarisir dan menyiapkan dua opsi untuk penanganan agar anak anak bisa tetap belajar, yakni peninggian atau relokasi.
Untuk sekadar diketahui, sekolah-sekolah yang langganan banjir di wilayah pesisir. Diantaranya sekolah yang langganan banjir adalah SD Mulyorejo, Tegaldowo, Kranding dan Dadirejo. Kemudian untuk tingkat SMP seperti SMP 2 Tirto dan Siwalan. Sementara ini sekolah yang banjir agar proses belajar tetap berjalan diberlakukan belajar daring.
Sekretaris Daerah Pemkab Pekalongan, M Yulian Akbar, Minggu (08/01/2023), menyampaikan bahwa dengan adanya cuaca ekstrem kali ini ada sejumlah sekolah yang ikut terdampak. Terutama yang berlokasi di wilayah utara seperti Tirto, Wiradesa dan Siwalan.
"Untuk sekolah sekolah yang terendam, pastinya kami berharap proses pembelajaran berjalan dengan baik. Jika memang tidak memungkinkan salah satu solusinya adalah daring terutama untuk sekolah sekolah yang terendam, " katanya.
Dengan daerah rawan banjir tersebut lanjut Sekda, kini Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan sudah melakukan pemetaan. Apalagi fokus 2023 ini adalah dibidang pendidikan. Sekda juga sudah menugaskan Kepala Dinas Pendidikan agar memperhatikan sekolah sekolah terendam banjir.
"Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk diperhatikan sekolah sekolah tersebut. Apakah nanti modelnya peninggian atau relokasi ini untuk yang didaerah rob, " terangnya.
Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Kholid. Kata dia, pihaknya sudah melakukan inventarisir sekolah sekolah terendam banjir.
"Inventarisir sudah. Prinsipnya untuk sekolah rawan banjir ini segera ditangani sehingga anak anak bisa belajar dengan nyaman, " imbuhnya. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
