Alhamdulillah, Tren Harian Covid Menurun
KAJEN - Tren harian kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan kemarin kecenderungannya mulai menurun.
"Hari ini ada penambahan kasus hanya 29. Total kasus ada 888 dari bulan Januari. Dirawat 73, isoman 815. Angka kesembuhan 595. Jadi tinggi banget. Yang aktif sekitar 200-an. Karena yang sembuh sudah 595. Angka kematian kita ada enam," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.
Sesuai dengan kondisi saat ini, lanjut dia, masyarakat dipersilahkan untuk beraktivitas. Namun prokes harus tetap dijaga.
"Dari dulu kita seperti itu. Ndak membatasi. Prokes yang terpenting. Pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan. Aktivitas monggo, silahkan, karena ekonomi ndak bisa dilarang-larang. Tapi protokol kesehatan dijaga karena ini penularannya kan di situ. Yang kedua adalah vaksin," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, gas rem dilakukan pemerintah dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19. Simpul-simpul perekonomian sebagian masih berjalan dengan biasa. Namun pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi timbulkan kerumunan massa juga dilakukan.
Salah satu kegiatan perekonomian yang masih berjalan adalah pasar tiban di Car Free Day tiap hari Minggu pagi di Kota Kajen. CFD masih tampak ramai dipadati pedagang dan masyarakat, Minggu (27/2/2022). Geliat perekonomian rakyat pun berjalan dengan baik.
Masyarakat tampak kian berdamai dengan Covid-19. Meski kerumunan sulit dihindari, namun sebagian besar di antara pengunjung dan pedagang pakai masker. Hanya segelintir orang yang tampak tak pakai masker.
"Jika ndak jualan, makan apa kita. Covid sudah lama. Yang penting badan sehat ya tetap kerja biar bisa makan," celetuk salah satu bakul nasi megana di CFD.
Jika kegiatan perekonomian dibatasi seperti dulu, dampaknya paling dirasakan masyarakat kecil. Mereka kehilangan penghasilan selama pembatasan dulu dilakukan. "Jika kita diam terus, apa pemerintah akan ngasih makan kita. Yang penting sudah vaksin dan pakai masker. Bismillah semoga ndak kena Covid," tandas dia.
Masyarakat pun tak takut lagi menghadiri pusat keramaian seperti di CFD. Selama badan sehat dan tetap pakai masker, CFD jadi hiburan murah bagi keluarga di Kota Santri.
"Hiburan kita ya seperti ini paling. Ndak bisa plesir ke luar kota karena mahal. Tiap Minggu pagi ajak anak-anak sarapan dan main di alun-alun sudah senang," ungkap Sri (38), warga Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
