iklan banner Honda atas

Pelaku Penusukan Warga Diduga Jadi Pengedar Narkoba

Pelaku Penusukan Warga Diduga Jadi Pengedar Narkoba

**Pengembangan Kasus Penusukan di Noyontaansari

KOTA - Aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus penusukan oleh seorang pemuda yang menyebabkan tiga orang warga mengalami luka-luka di Landungsari Gg 2A, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Selasa (15/9/2020) pagi.

Dari pendalaman yang dilakukan, ada dugaan bahwa tersangka, yakni IS (30), warga Kelurahan Kuripan Yosorejo RT 05 RW 01, Kecamatan Pekalongan Selatan, juga merupakan pemakai dan atau pengedar obat-obatan terlarang. Itu lantaran, saat melakukan penusukan, pelaku diduga dalam pengaruh obat-obatan.

Pengembangan kasus ini antara lain dilakukan Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan. Beberapa saat setelah kejadian dan tersangka diamankan di Mapolres Pekalongan Kota, Tim Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan menggeledah rumah pelaku di Kuripan Yosorejo RT 05 RW 01. Dari penggeledahan itu, petugas menemukan seribu butir lebih obat-obatan jenis psikotropika dan obat penenang di rumah tersangka. Petugas juga menemukan beberapa senjata tajam.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki di mapolsek setempat, Rabu (16/9/2020). "Hasil pengembangan kasus penusukan di Kelurahan Noyontaansari Gg 2A RT 04 RW 11 itu, rekan kita di lapangan mendapatkan informasi bahwa pelaku tersebut sering mengonsumsi obat-obatan," ungkapnya.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka. "Di rumah tersangka kita mendapatkan barang bukti obat-obatan berupa satu botol berisi 1.000 butir Hexymer, 4 lap Riklona masing-masing berisi 10 butir, 1 lap Lexepam berisi 10 butir, 3 butir Alprazolam, dan 2 butir Riklona," ungkap Kapolsek.

Ditambahkan Kompol Basuki, selain obat-obatan, petugas juga menemukan beberapa jenis senjata tajam. Terdiri dari 1 pedang ukuran panjang 1 meter, 1 samurai ukuran panjang 70 cm, 1 golok, 1 kapak genggam, dan 1 belati.

Obat-obatan serta senjata tajam itu kini telah diamankan di Mapolsek Pekalongan Selatan sebagai barang bukti. "Sedangkan apakah tersangka itu pemakai obat-oabatan tersebut ataukah sekaligus sebagai pengedar, masih kita dalami lebih lanjut," katanya.

Disampaikan Kompol Basuki bahwa pihaknya sempat meminta keterangan dari tersangka di kantor Satreskrim Polres Pekalongan Kota, dan kuat dugaan tersangka dalam pengaruh obat-obatan saat melakukan aksinya. "Kemarin interogasi tersangka dan ternyata ia masih dalam pengaruh obat-obatan sehingga belum bisa memberikan keterangan secara jelas," imbuhnya.

*) Motif karena Jengkel

Sementara itu, terkait dengan motif yang mendasari pelaku menusuk korban, Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng menuturkan bahwa motifnya adalah karena tersangka jengkel terhadap korban yang bernama Agus Supriono (28), warga Noyontaansari, Pekalongan Timur. "Tersangka sudah kita tahan. Motif dari pelaku adalah merasa jengkel sering ditegur korban setiap bertemu," ungkapnya.

Kasus ini sendiri saat ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Adapun tersangka sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota. Sedangkan dua dari tiga korban, hingga Rabu (16/9/2020) masih menjalani perawatan intensif di RS Siti Khodijah Kota Pekalongan karena mengalami luka tusuk dan atau luka sobek cukup parah akibat senjata tajam.

Diberitakan sebelumnya, warga sekitar Jalan KH Dewantoro, Landungsari Gg 2A No 10, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, atau perbatasan dengan kampung Yosorejo Pragak, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan gempar dengan adanya penusukan oleh seorang pemuda hingga melukai tiga warga, Selasa (15/9/2020) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, pelaku berinisial IS alias Ipin (30), warga Kuripan Yosorejo, tiba-tiba datang ke lokasi hendak mencari pemuda setempat yang bernama Agus Supriono (28).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: