Awal Tahun, Bupati Lantik 78 Pejabat
**Enam Diantarnya Eselon II
KAJEN - Di awal tahun 2023, Bupati melantik 78 pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Diharapkan, di tahun 2023 semua pejabat tancap gas jangan sampai ada yang santai santai.
Hal itu ditegaskan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, usai melantik 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jumat malam (13/1/2023).
Adapun 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama adalah Muhammad Abdul Ghazali, sebagai Kepala Dinas Perkim, Susanto Widodo sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Agus Purwanto sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Ari Lailani sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Supriyadi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan dr. Heni Rosita sebagai Direktur RSUD Kraton.
Selain itu, Bupati juga melantik 31 Pejabat Administrator (Eselon III) dan 41 Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meminta untuk tahun 2023 tidak bisa santai semua sudah harus menata apa yang akan harus dilakukan dengan berlari.
"Tidak lagi bisa hanya dengan jalan cepat tetapi berlari.
Karena para Kepala Dinas/Direktur adalah orang yang dipercaya untuk membantu Bupati/Wakil Bupati dalam mewujudkan visi misinya hingga akhir masa jabatan yakni 2024. Jadi, rencana kerja, apa yang akan dilakukan, semua harus sudah terukur, tidak bisa menunggu apa kata dibawah atau harus beradaptasi dahulu, itu tidak bisa," tegasnya.
Untuk para Kepala Dinas/Direktur yang baru dilantik diharapkan kinerjanya lebih baik dari yang terdahulu.
"Ingat, bapak/ibu memiliki anak buah yang banyak, dan semua tergantung dari semua kepala dinas/direktur untuk bisa berlari kencang,"imbuhnya.
Khusus kepada Direktur RSUD Kraton, Bupati berharap, dengan dilantiknya Direktur RSUD Kraton operasional RSUD Kraton akan berjalan dengan baik dan lancar.
"Dan semoga Allah SWT meridhoi kita, sehingga RSUD Kraton bisa kita pertahankan," ungkap Bupati.
Sedangkan kepada para Camat, orang nomor satu di Kota Santri itu meminta agar bisa bekerja ekstra.
"Saya tidak mau ada Camat yang bekerja santai, saya ingin Camat juga seperti Kepala Dinas untuk bekerja lari," tegas Bupati Fadia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



