Beberapa Pangkalan LPG Kosong
**Pantauan Pemda di Lapangan
**Distribusi Terkendala Cuaca
WONOPRINGGO - Isu kelangkaan gas elpiji melon (3 kg) langsung disikapi Pemkab Pekalongan dengan melakukan pantauan ke lapangan. Hasilnya, tim menemukan beberapa pangkalan elpiji kosong. Namun itu bukan karena langkanya elpiji melon tapi ada kendala di pendistribusiannya akibat faktor cuaca dan bencana banjir.
"Kita sudah dua kali mendapat keluhan isu kelangkaan elpiji melon di medsos. Pada 4 Februari, kita dikasih tahu Kominfo isu kelangkaan di Karanganyar. Ini ada lagi di Wonopringgo. Saya juga sudah baca di medsos. Kami sudah melakukan pemantauan bersama Disperindag dan agen-agen untuk mensikapi isu tersebut," terang Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan, Arif Rahman, Kamis (25/2/2021) sore.
Berdasarkan hasil monitoring itu, tim menemukan di beberapa pangkalan ada kekosongan elpiji melon. Namun ia menegaskan kekosongan lpg di pangkalan itu bukan berarti kekurangan stok atau ada kelangkaan elpiji. "Itu karena keterlambatan pengiriman dari agen. Itu kan mungkin bisa saja terjadi karena faktor cuaca. Pengiriman itu dari Tanjung Mas Semarang kemudian diisi ke SPBE. SPBE ke agen, agen baru didistribusikan ke pangkalan-pangkalan," terang dia.
Dikatakan, satu agen itu bisa memiliki pangkalan banyak, dan letak pangkalan itu belum tentu berada dalam satu wilayah. Agen akan mendistribusikan gas ke pangkalan sesuai dengan kuota yang ada di masing-masing pangkalan tersebut.
"Agen ketika menyalurkan gas ke pangkalan memang sudah sesuai kuota. Kadang ditemukan pangkalan itu kosong. Jatahnya untuk pangkalan memang segitu. Jika ingin beli ya di pangkalan yang lain bisa, pasti ditemukan," kata dia.
Menurutnya, setiap pangkalan memiliki kuota sendiri-sendiri. Pangkalan sudah lama biasanya kuotanya banyak. Kalau pangkalam baru jatahnya cuma sedikit. "Ketika mau membeli di situ pas habis. Bisa beli di pangkalan lain juga bisa. Ya memang ada beberapa pangkalan kosong, namun itu bukan kelangkaan tapi hambatan pengiriman. Ada keterlambatan pengiriman. Setiap hari kan dikirim dari Tanjung Mas ke SPBE selanjutnya ke agen. Agen didistribusikan ke pangkalan-pangkalan," ujar Arif.
KUOTA LPG AMAN
Secara kuota, lanjut dia, di Kabupaten Pekalongan di tahun 2021 ada 31.565 MT (metrik ton). Jika dikonversi ke tabung sekitar 11.485,666 tabung. Untuk tahun 2020, kata dia, kuotanya ada 10.521,666. Sehingga kuota lpg 3 kg justru mengalami kenaikan.
"Setiap tahun kita mengajukan kuota tambahan. Karena didasari kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan pelaku usaha. Tapi ini menjadi kewenangan dari pusat untuk alokasi yang diusulkan oleh kabupaten," kata dia.
Ditegaskan, tabung melon memang peruntukannya untuk warga miskin, sehingga di tabung itu dicap untuk warga miskin. Pemkab Pekalongan juga sudah mengeluarkan surat edaran ke PNS dan Polri/TNI yang tidak diperkenankan untuk membeli tabung 3 kg.
"Kan sudah ada yang non subsidi, tabung 5,5 kg yang pink itu. PNS diharapkan membeli itu," ungkap dia.
Diakuinya, disparitas harga tabung subsidi dan nonsubsidi sangat jauh. Ia menyontohkan, tabung pink harganya Rp 70 ribu dengan berat 5.5 kg. Sedangkan tabung 3 kg, harganya Rp 15.500.
"Selisih harganya banyak. Masyarakat tentunya pingin beli yang murah tho. Jaraknya terlalu tinggi. Ora peduli tabung 3 kg itu untuk masyarakat miskin," ujar dia.
LONJAKAN PEMAKAIAN LPG
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
