Berita Hoax Bisa Mengganggu Kondusifitas Daerah hingga Negara

Berita Hoax Bisa Mengganggu Kondusifitas Daerah hingga Negara

BATANG - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang tinggal menghitung hari, marak sekali beredar berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat menggangu kondisifitas wilayah.

Bupati Wihaji saat memberi paparan pada Forum Group Diskusi dengan Kepala Desa se Kabupaten Batang di Pendopo Kantor Bupati setempat, Rabu ( 20/3). (Dok istimewa)

"Tidak dipungkiri munculnya hoax yang kadang - kadang salah menjadi benar, benar menjadi salah. Ukuranya beda tipis karena informasi yang setiap saat dimasukan dalam media sosial belum tentu benar," kata Bupati Wihaji dalam Forum Group Diskusi dengan Kepala Desa se Kabupaten Batang di Pendopo Kantor Bupati setempat, Rabu ( 20/3).

Menurut Bupati, dari sekian informasi tidak benar atau hoax yang secara terus menerus diproduksi, lama kelamaan akan diyakini oleh masyaarakat menjadi benar. Jika hal itu sampai terjadi, tentunya akan sangat membahayakan.

"Ada dua hal yang harus kita lakukan untuk mengcounter berita hoax, yaitu saring kebenaran suatu informasi, apakah merupakan berita palsu atau ujaran kebencian atau tidak. Karena hal itu nantinya bisa melanggar Undang - Undang ITE," jelas Wihaji.

Pada kesempatan itu, bupati juga meminta kepala desa untuk terus bersinergi dengan Forkopimda untuk mensukseskan Pemilu yang damai. Selain itu, juga guna memastikan kondisi wilayahnya pada sebelum, saat dan sesudah pemilihan presiden dan legislatif aman dan kondusif.

"Harus ada sinergi dengan Kepolisian, TNI dan Pemkab, agar terjadi sesuatu permasalahan kita cepat tanggap untuk menyelesaikan," tegas Wihaji.

Dijelaskan pula dalam Pemilu kali ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena nantinya saat pemungutan suara akan ada lima kotak suara. Berdasarkan hasil simulasi, rekapitulasinya atau penghitungannya bisa sampai pagi.

"Oleh karena, kepala desa harus memastikan perlengkapan Pemilu di desa siap, dan aman. Sambut pesta demokrasi penuh dengan kebahagian, gunakan hak pilih dengan baik, karena akan menentukan pembangunan dan kemajuan Bangsa lima tahun mendatang," beber Wihaji.

Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav. Henry Rudy Napitupulu mengatakan, Kepala desa harus bersinergi dengan Polisi dan TNI untuk mengamankan dan mensukseskan Pemilu 2019.

"Sebagai aparatur negara, kita tunjukan guyub rukun di Kabupaten Batang untuk sukseskan Pemilu yang aman dan kondusif," tandas Letkol Kav. Henry Rudy Napitupulu. (red/hmb)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: