Diduga Berbuat Asusila, Warga Desak Sekdes Diberhentikan
BOJONG - Puluhan warga Desa Ketitanglor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Senin (28/12/2020) menggelar aksi menuntut diberhentikannya Sekretaris Desa (Sekdes) lantaran diduga telah melakukan tindakan asusila.
Pada aksi tersebut, sekitar 30 warga mendatangi balai desa setempat, dan ditemui oleh Kepala Desa (Kades), perwakilan BPD dan Babinkamtibmas Desa Ketitangkor.
Baidowi selaku tokoh masyakat setempat menegaskan, Masyarat Peduli Desa Ketitanglor sepakat untuk menuntut sikap tegas dari Kades agar memberhentikan sekdes yang telah melanggar norma dan etika ditengah masyarakat.
"Ini bukan kejadian yang pertama, bahkan ini kasus ketiga kalinya, bahkan pernah kasus pemalsuan tanda tangan kades hingga pihak inspektorat kabupaten memberikan skorsing 6 bulan. Karena itulah, kami sudah muak dipermainkan oleh orang yang tidak patut menjadi pergkat desa yang seharusnya menjadi tuntunan masyarakat luas," ungkap Baidowi.
Baidhowi yang didampingi tokoh pemuda dan tokoh agama dalam kesempatan itu mendesak dan mendukung penuh upaya pemberhentian Sekdes Ketitanglor, Didik Harahap.
Dia menegaskan perilaku dan tindakan sekdes yang seharusnya memberikan panutan ditengah masyarakat karena sebagai pejabat publik berbanding terbalik, justru meresahkan dan membuat gaduh masyarakat. "Atas dasar itulah, kami akan mengawal penuh upaya mekanisme pemberhentian sekde," tegasnya.
Senada diungkapkan Toit yang juga seorang ketua RW yang meminta pada pihak terkait agar segera menindaklanjuti secara profesional dalam menyikapi permasalahan di Desa Ketitanglor.
"Kami tegaskan mundur atau diberhentikan, hanya itu saja jawabannya. Tidak ada istilah skores lagi, warga yang menilai semua, ini bukan politis namun realistas. Kepala desa yang meberikan SK, maka kades harus memberhentikan yang bersangkutan karena terbukti telah melakukannl tindakan asusisa," bebernya.
Sementara itu, Kades Ketitanglotlr, Sarwono membenarkan adanya ketidak puasan warga atas kejadian yang menghebohkan di desanya. PihaknyaIa berjanji akan segera menindak lanjuti dan mendukung penuh aspirasi warga atas kasus yang mencoreng pemerintahan desanya.
"Ya akan kami proses secepatnya, ini kado akhir tahun bagi pemdes kami mas," selorohnya.
Warga yang geram dengan dugaan tindakan sekdes cabul tersebut melampiaskannya dengan spanduk hujatan yang dipasang di depan kantor balai desa dan aula. (red)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
