iklan banner Honda atas

Gatal-gatal dan Masuk Angin Jadi Keluhan Mayoritas Pengungsi

Gatal-gatal dan Masuk Angin Jadi Keluhan Mayoritas Pengungsi

TIRTO - Tim Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan selalu mobile ke daerah banjir. Hingga kemarin, 2.999 orang lebih sudah mendapatkan pengobatan. Korban banjir rata-rata mengalami gatal-gatal, pegal linu, dan masuk angin. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.

"Petugas kesehatan melayani kesehatan di posko pengungsian dan mobile ke wilayah banjir. Karena kalau kita 'njagani' di posko saja, tidak semua warga mengungsi maka kita lakukan jemput bola.

Tenaga kesehatan kita sudah luar biasa," ujar Wawan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya mengandalkan di Puskesmas. Pasalnya, akses ke beberapa Puskesmas di wilayah pesisir masih sulit dilalui. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan dilakukan di Puskesmas pembantu (pustu), lokasi pengungsian, dan mobile ke daerah banjir.

"Puskesmas Tirto 1 memanfaatkan pustu-pustu untuk pelayanan. Tirto 2 juga sama. Wonokerto 2 juga sama. Pelayanan tidak bisa mengandalkan hanya di Puskesnas karena aksesnya susah, makanya petugas mobile terus. Jemput bola terus. Tidak nunggu yang sakit datang," tandas dia.

Dikatakan, ibu hamil, balita, dan lansia juga menjadi prioritas pelayanan kesehatan di lokasi banjir. "Sudah kita edukasi, beri tambahan vitamin, dan sebagainya untuk mereka, termasuk untuk lansia juga sudah kita lakukan," kata dia.

Wawan menambahkan, untuk stok obat-obatan masih cukup. "Nanti akan kita dorong juga untuk petugas vitaminnya. Petugas kita perhatikan vitamin-vitaminnya karena kondisi mereka harus fit juga," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, banjir di pesisir Kabupaten Pekalongan hingga kemarin belum surut. Warga terdampak mulai mengeluhkan kesehatannya yang menurun. Penyakit gatal-gatal banyak menyerang warga karena hidup di genangan banjir selama 10 hari lebih.

"Banyak warga yang kesehatannya mulai menurun karena sudah sepekan lebih hidup di genangan banjir. Banyak yang ngeluh gatal-gatal, pusing, dan greges-greges," keluh Slamet (50), warga Desa Wonokerto Wetan.

Kades Tratebang Pronisa, mengatakan, akibat banjir hampir dua pekan menerjang wilayah pesisir, kondisi kesehatan warganya kian menurun. "Banyak yang mengeluh kaki gatal-gatal. Untuk obat-obatan kita masih minim seperti salep gatal," kata dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: