Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat

**Menghadapi Cuaca Ekstrim

KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana alam, menyusul adanya bencana alam akibat cuaca ekstrem. Penetapan dimulai tanggal 1 hingga 7 Januari 20023.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Daerah Pemkab Pekalongan M Yulian Akbar, Rabu (04/01/2022). Kata dia, berdasarkan data per 4 Januari 2023 Jam 09.00 Wib, jumlah pengungsi bencana banjir turun. Para pengungsi berada di beberapa tempat. Untuk di Masjid Dupantek Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto ada 112 warga, Gedung Kopindo Bener Wiradesa 64 warga. Sedangkan di SD Karangjompo 50 warga dan Masjid Ibnu Quba Desa Jeruksari 47 warga. "Total pengungsi saat ini 273 warga," terangnya.

Diungkapkan Sekda, paska cuaca ekstrem pihaknya diundang oleh Gubernur bersama Kepala BNPB dan BMKG terkait dengan perkiraan cuaca dua Minggu ke depan.

"Kita harus mewaspadai tentu saja, ada fenomena full moon. Jadi naiknya air pasang rob, sementara di satu sisi intensitas hujan tinggi. Ini yang sedang kami persiapkan untuk mengantisipasi kejadian nanti. Kami sudah minta BPBD untuk selalu koordinasi, update terkait dengan informasi cuaca BMKG," terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Akbar, masyarakat terutama di daerah pesisir bisa bersiap-siap. Ketika ada early warning system'. Ini yang sedang dipersiapkan untuk tanggap darurat.

"Yang pasti Pemkab menyatakan saat ini status tanggap darurat terkait dengan banjir, selama satu minggu. Ada 13 kota/kabupaten di Jateng salah satunya Kabupaten Pekalongan.

Status ini mulai tanggal 1-7 statusnya tanggap darurat," jelasnya seraya menerangkan kembali informasi BMKG, curah hujan puncaknya Januari - Februari dan Pekalongan termasuk yang curah hujannya cukup tinggi sehingga harus siap siaga.

"Status tanggap darurat salah satu penentunya adalah dampaknya dari hujan. Sehingga kita sudah putuskan. Dan kita evaluasi terus," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo. Kata dia, saat ini jumlah pengungsi turun. Namun ada beberapa warga yang masih bertahan karena rumahnya masih banjir.

"Saat ini total pengungsi yang masih bertahan sebanyak 273 warga, " ungkapnya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: