banner honda Juli 2026

Penyelamatan Bangunan jadi Prioritas

Penyelamatan Bangunan jadi Prioritas

*Proyek Rehab Gagal, Gedung Sekolah Tak Beratap

BATANG - Disdikbud Batang mengambil langkah untuk menindaklanjuti gagalnya rehab proyek lima SD yang dikerjakan CV Amelia Rahman. Di tahun anggaran 2022 ini Disdikbud Batang memprioritaskan penganggaran rehab kembali sekolah tersebut.

Salah satu yang menjadi prioritas adalah SDN Wonosegoro 2 Bandar. Pasalnya, hampir 100 persen bangunan ruang kelas tidak teratapi. Akibatnya siswa hingga saat ini masih belajar lesehan di madrasah diniah setempat.

Sudah lebih dari empat bulan, kegiatan belajar mengajar siswa diungsikan ke Madin Miftakhul Ulum Wonosegoro sejak sekolah dibongkar. Ratusan siswa kini belum bisa kembali ke kelasnya semula lantaran ruang kelas belum bisa ditempati dan masih menunggu hasil opname pengerjaan proyek.

"Untuk penyelesaian, sekolah-sekolah yang belum teratapi menjadi prioritas kami, seperti yang di Wonosegoro. Kami akan meminta untuk diberi alokasi dalam rangka penyelamatan bangunan supaya bisa merampungkan konstruksi atap lebih cepat," terang Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq melalui Kepala Bidang SD, Yuliyanto, Selasa (8/2/2022).

Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan bangunan yang tidak memiliki atap, ada 10 ruangan kini dalam keadaan terbuka. Bangunan yang gagal rehab itu meliputi ruang kelas, kantin, hingga kantor kecuali perpustakaan.

Lebih lanjut, Yulianto menargetkan alokasi untuk pembelian baja ringan sebagai rangka atap, kusen, dan pemasangan genteng. Pasalnya, pihaknya mengkhawatirkan kondisi bangunan akan rusak jika tidak segera ditangani.

Pembiayaan bisa semakin besar bila bangunan tidak terselamatkan mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. "Khusus yang SDN Wonosegoro 2 akan kami usulkan di perubahan anggaran untuk pemasangan atap, hanya membutuhkan baja ringan untuk rangka atap, karena genting yang lama masih bisa digunakan," imbuhnya.

Sementara itu, ke depan pihaknya juga akan merencanakan penyelesaian rehab yang pengerjaan tidak sesuai kontrak. "Untuk tahun-tahun selanjutnya, alokasi kami rencanakan untuk penyelesaian rehab yang kemarin tertunda karena penyedia yang tidak melakukan pengerjaan sesuai kontrak," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: