banner honda Juli 2026

Zero Pasien Covid-19

Zero Pasien Covid-19

KAJEN - Kabupaten Pekalongan hingga kemarin sudah zero pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Kota Santri sudah masuk zona kuning dan masih bertahan di level 2.

Meskipun perkembangan kasus Covid-19 kian membaik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro menekankan masyarakat untuk tidak lengah. Protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas harus tetap dijalankan. Pemda sendiri kian masif melakukan upaya percepatan vaksinasi Covid-19 agar tercipta herd immunity perorangan, kelompok, dan masyarakat.

"Saya minta mari bersama untuk antisipasi ledakan ketiga seperti di negara lain dengan tetap jaga prokes dan lakukan vaksinasi. Harapan saya vaksinasi bisa sukses sehingga tercipta kekebalan individu, kelompok, dan masyarakat," ujar Kadinkes Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Dikatakan, di rumah sakit saat ini sudah nol pasien Covid-19, baik di ruang isolasi maupun di ICU. Tidak ada penambahan kasus baru. Meski demikian, Kabupaten Pekalongan masih tetap di level 2. "Zona kita sudah kuning," katanya.

Dikatakan, ada sejumlah indikator yang ditetapkan oleh pusat dalam menentukan level PPKM. Di antaranya, capaian vaksinasi. "Untuk bisa bertahan di level dua harus bisa 50 persen di cakupan pertama. Kendala kita adalah ketersediaan vaksin. Untuk semangat vaksinasi sudah bagus. Rata-rata orang sudah menunggu vaksin," ungkap dia.

Indikator lainnya adalah perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Yakni selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. "Sosialisasi prokes terus kita lakukan. Selain tentunya upaya percepatan vaksinasi," tandas dia.

Indikator lainnya, sebut Wawan, adalah penambahan kasus, BOR, tingkat kematian dan kesembuhan, serta tingkat tracing, testing, dan treatment.

"Tracing, testing, dan treatment kita juga tinggi, sudah lebih dari 100 persen. Angka kematian sudah zero," ungkap dia.

PATROLI SEKOLAH

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, usai rakor penanganan Covid-19 tingkat Provinsi Jateng, menyatakan, dalam rakor yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo itu ditekankan untuk bisa mempertahankan level 2, bahkan jika bisa diupayakan untuk turun ke level 1. Penekanan kedua adalah untuk gencar dalam pelaksanaan vaksin, apalagi bersamaan dengan pertemuan tatap muka di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Pekalongan.

"Prinsip PTM adalah hati-hati. Dindik berkoordinasi dengan satgas kabupaten dan kecamatan untuk lebih intensif menyelenggarakan supervisi atau patroli ke penyelenggara pendidikan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, SKB, maupun peraturan perundangan yang ada yang berkaitan dengan prokes," tandas dia.

Dari rakor itu, lanjut dia, pemda diminta siap untuk lakukan penyerbuan vaksin. Menindaklanjuti rakor tingkat provinsi itu, pemkab menyelenggarakan rakor satgas tingkat kabupaten dan kecamatan untuk menyukseskan program serbuan vaksinasi, dengan sasaran di antaranya para lansia.

"Untuk vaksinasi lansia sudah disebar 15 ribu dosis ke pelayanan kesehatan di 19 kecamatan. Ini sudah disebar yang ditarget masing-masing sekitar 400 sampai 500 perharinya," katanya.

Untuk sasaran pelajar, kata dia, ada dropping melalui TNI sekitar 60 ribu dosis vaksin. Dropping vaksin dari TNI ini untuk melakukan serbuan kepada pelajar yang melaksanakan pendidikan tatap muka, khususnya pelajar SMP ke atas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: