iklan banner Honda atas

Total Transaksai Pakai QRIS Capai Rp8 Miliar

Total Transaksai Pakai QRIS Capai Rp8 Miliar

PAPARAN - Kepala Kantor Perwakilan (KpwBI) Tegal, M Taifuk Amrozi saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Diskusi Publik Digitalisasi UMKM di Kota Pekalongan, Sabtu (25/2/2023).-Ainul Atho-

*Selama Januari 2023 di Kota Pekalongan

 

KOTA - Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Pekalongan selama Januari 2023 tercatat mencapai angka Rp8,05 miliar. Dari total jumlah Transaksi tersebut, Transaksi pada usaha mikro mendominasi dengan 29.634 kali Transaksi. Disusul usaha skala besar sebanyak 21.616 kali, usaha menengah sebanyak 10.360 kali dan usaha kecil sebanyak 9.843 kali Transaksi.

 

Data itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, M Taufik Amrozi saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Diskusi Publik Digitalisasi UMKM di Kota Pekalongan, Sabtu (25/2/2023).

 

Menurut Taufik, UMKM terus didorong untuk terintegrasi dalam ekonomi keuangan digital. Pasalnya, tren UMKM tersambung sistem pembayaran digital juga terus meningkat. Oleh karena itu, Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal terus melakukan digitalisasi sistem pembayaran agar proses transaksi UMKM dapat secara cepat melalui sistem pembayaran.  

 

"Diskusi publik kali ini kami membahas mengenai Digitalisasi UMKM. Salah satu tugas BI adalah konsen untuk menjaga stabilitas ekonomi, dimana diamanatkan di Undang-Undang, melibatkan seluruh komponen masyarakat, salah satunya sektor UMKM yang menjadi bagian terbesar di dalamnya menyumbang stabilitas ekonomi yakni 99 persen baik pengusaha, tenaga kerja, konsumen," terangnya.

 

dari jumlah UMKM yang ada tersebut, 15 persen menyumbang porsi ekspor dan lebih 64 juta UMKM ada disitu. Oleh karena itu, betapa besarnya hajat hidup masyarakat yang menggantungkan pada sektor UMKM. Lanjutnya, BI terus melakukan digitalisasi pembayaran melalui BI-Fast dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan standar QR Code nasional yang diluncurkan sejak 17 Agustus 2019. Tujuannya agar transaksi UMKM menjadi lebih cepat, mudah, aman dan handal.

 

"UMKM ini harus diberdayakan dan didorong dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan tumbuh dengan baik. Kalau di wilayah Kota Pekalongan, pembinaan UMKM karena disini kota batik, kami seringnya menyasar UMKM batik dan UMKM kami dorong untuk naik kelas, go digital dan berani ekspor," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: