Camat Unggah Video Porno di Status Whatsapp

Camat Unggah Video Porno di Status Whatsapp

Ilustrasi. (Radar Solo)

Warga melaporkan seorang camat di Wonogiri karena mengunggah video hubungan seks sebagai status di aplikasi Whatsapp. Hubungan seks tersebut dilakukan oleh camat tersebut dan seorang perempuan yang bukan istrinya.

An, 42, salah seorang warga Wonogiri mengatakan, video tersebut cukup meresahkan. Apalagi video asusila itu sudah menyebar luas di masyarakat sekitar kecamatan.

"Video sudah meresahkan warga, pejabat-pejabat, dan teman camat pasti juga lihat, juga tahu, lha wong itu diunggah di status Whatsapp," kata An yang dijumpai di pendapa kantor bupati Wonogiri, Rabu (27/11).

An pun telah melaporkan kasus video tersebut ke Satreskrim Polres Wonogiri. Namun, dia tidak diberi salinan laporan atau tanda terima laporan dari kepolisian. Sebab, berdasarkan keterangan petugas satreskrim yang menerima laporannya, kasus video asusila itu sudah ditangani Polda Jawa Tengah.

"Petugasnya hanya bilang kalau laporan saya diterima. Katanya perkara itu sudah ditangani Polda," kata An.

Terpisah, saat dimintai konfirmasi mengenai video asusila antara camat di Wonogiri dengan seorang perempuan itu, Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito mengakui sudah mengetahuinya. Perkara tersebut saat ini langsung ditangani Polda Jateng.

"Kemarin langsung ditangani Polda, keduanya langsung dibawa ke Polda Jateng. Dasar penangkapan ya laporan informasi, langsung diminta Polda," tutur Purbo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti.

Gaptek

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, camat yang meng-upload itu diduga tak begitu paham teknologi alias gagap teknologi (gaptek).

An, 42, warga Wonogiri yang telah melaporkan video mesum itu mengaku, dia tidak mempunyai nomor WA camat yang dilaporkannya. Namun, dari keterangan warga di kecamatan tempat camat bertugas, video tersebut diunggah pada 22 November 2019 lalu di status WA camat yang bersangkutan.

"Diunggah di status WA, siang hari. Sekitar 30 menit tidak dihapus, semua teman-temannya yang ada di kontak kan bisa melihat," kata An saat ditemui di pendapa kantor bupati, Rabu (27/11).

Salah seorang camat di kecamatan lain yang enggan disebutkan namanya mengaku, dia juga sudah mengetahui tentang video asusila dengan pelaku rekannya itu. Sayang, saat video itu telah diunggah, tidak ada seorang pun yang berani menegur oknum camat tersebut.

Baru beberapa saat kemudian, ada rekan sesama camat yang menelepon camat terkait. Dengan tujuan agar camat yang bersangkutan segera menghapus video itu dari handphone-nya.

"Akhirnya ada yang berani menelepon, disuruh menghapus. Tapi tidak bisa menghapus. Sudah tua, gaptek," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: