4 Pertanyaan Seputar Kuliah di Jurusan Pariwisata yang Muncul saat Expo Campus di Sekolah

4 Pertanyaan Seputar Kuliah di Jurusan Pariwisata yang Muncul saat Expo Campus di Sekolah

Ilustrasi mahasiswa Jurusan Pariwisata praktek lapangan--Freepik

RADARPEKALONGAN - Pertanyaan seputar kuliah di jurusan pariwisata menjadi hal yang lumrah ketika anak baru lulus SMA penasaran dengan jurusan yang mampu menaikkan pamor wisata di suatu daerah ini.

Pertanyaan yang muncul biasanya timbul dari rasa penasaran serta adanya keraguan dari diri dalam anak untuk bisa masuk ke juruan pariwisata. 

Jurusan pariwisata di Indonesia sekarang ini telah banyak diminati berbagai anak muda, karena prospek kerjanya yang begitu luas serta materi perkuliahan yang di dalamnya membuat jiwa adrenalin anak muda tertantang untuk mengunjungi daerah baru.

BACA JUGA:Dorong Potensi Pariwisata dan Seni Budaya, Bisa Fest Kota Pekalongan Kembali Digelar

Selain itu, jurusan ini juga bisa melatih anak muda memiliki jiwa entrepreneurship untuk bisa membangun bisnis sendiri di era Reformasi Industri 5.0.

Berikut kami paparkan beberapa pertanyaan yang muncul seputar kuliah di jurusan pariwisata.

Pertanyaan Seputar Kuliah di Jurusan Pariwisata

1. Jurusan Pariwisata rumpunnya IPA, IPS, atau anak SMK juga bisa masuk?

Pertanyaan awal ini muncul pertama kali biasanya menjelang kelulusan siswa SMA/SMK saat mulai ada Expo Campus di sekolahnya.

BACA JUGA:Penikmat Sunset Wajib Coba! Keindahan Wisata Pantai Jodo Batang yang Cocok untuk Wisata Keluarga di Tahun 2023

Banyak yang penasaran mengenai jurusan ini, mulai dari syarat masuknya, biaya UKT, hingga ke prospek kerja. Yang terpenting, siswa siswi ini menanyakan apakah jursan ini masuk dalam rumpun IPA, IPS, atau dari anak SMK bisa daftar kuliah jurusan ini.

2. Berapa biaya untuk kuliah di Jurusan Pariwisata?

Pertanyaan selanjutnya yang muncul seputar kuliah di jurusan pariwisata yaitu mengenai biaya yang harus dikeluarkan.

Hal ini menjadi faktor utama mereka untuk meminta izin dari orangtua untuk dapat memasuki jurusan ini. Karena untuk berkuliah di jurusan dengan banyak praktek di lapangan tentu  embutuhkan izin dari orangtua untuk menyesuaikan kondisi ekonomi di keluarga siswa tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: